Bu Marianne menatap menantunya.“Mungkin kalian harus mulai memikirkan saran dokter, punya anak melalui proses bayi tabung. Kabarnya bahkan proses itu punya peluang dapat anak kembar.”Anita terdiam.“Kamu enggan karena biaya yang mahal?”“Ya, biayanya mahal, dan bagi kami, mungkin peluang keberhasilannya juga sangat kecil, Ma.”“Anaknya teman mama ada yang program bayi tabung, dan berhasil, malah dapat anak kembar laki-laki dan perempaun.”Anita tak bicara.“Kenapa diam? Apakah kondisimu yang bermasalah? Kamu yang sulit hamil, begitu?” desak Bu Marianne, namun tidak dengan nada emosi, “bicara terus terang Nita, apakah sekarang ini memang kondisi rahimmu tidak sehat? Tidak siap untuk hamil lagi? Kalau begitu, mungkin bisa dengan surrogate mother, sewa rahim wanita lain yang bersedia mengandung anak kalian.”“Ma, kenapa dalam pikiran orang tua, jika pasangan sulit punya anak, selalu pihak istri yang dianggap bermasalah rahimnya? Bukankah dulu aku pernah melahirakan Valentina, yang seha
Last Updated : 2026-01-03 Read more