LOGINMaryam diam-diam mencintai Marco, seorang pemanjat tebing dan komandan UKM pencinta alam di kampusnya. Sayangnya, latar belakang keluarga mereka sangat bertolak belakang, membuat Maryam yang berasal dari keluarga sederhana merasa cintanya tidak bakal kesampaian. Hingga suatu hari, Marco mendapati ada seseorang yang ingin meracuninya, namun dirinya selamat karena Maryam. Kejaran dendam dari banyak orang, membuat Marco bertekad mencari tahu pelaku dengan bantuan Maryam.
View MoreMaryam berdiri di halaman dengan bayi di gendongan, menatap satpam klinik yang mendekat ke arahnya.“Maaf Bu ....”“Ada apa, Pak?” Maryam deg-degan tak keruan.“Ada yang jatuh dari gendongan Ibu.” Satpam menuding topi bayi.“Oh iya.” Maryam hendak membungkuk untuk memungut topi itu. Satpam sudah lebih dulu mengambilnya, lalu memberikan pada Maryam.“Terima kasih, Pak.”“Ibu, silakan duduk di dalam. Ibu sedang menunggu dipanggil ke ruangan dokter, kan?”Untuk sesaat Maryam kehilangan kata. Dia tahu dirinya baru tiba, dan satpam itu sudah mengawasi setiap orang yang masuk ke area klinik. Maryam berpikir, jika dirinya mengatakan bahwa bayinya sudah selesai diperiksa oleh dokter, mungkin bakal kentara bohong, karena baru saja dia masuk ke area klinik.“Saya lagi nungguin suami, ngantarin kartu imunisasi. Kartunya ketinggalan di rumah, jadi saya belum bisa daftar.”“Oooh, pantasan dari tadi ibu di luar terus. Kalau capek, Ibu bisa duduk di bangku teras.”Maryam melihat ke teras, di sana ad
Maryam meletakkan ponsel, lantas kembali duduk bersandar di ranjang, bayi ada di dekapannya, tidak tidur, tapi tidak menangis. Bayi itu menatap Maryam dengan matanya yang bulat. Maryam menciumi tubuh bayi itu, sembari menahan isak tangisnya. Lalu ada suara ketukan di pintu.“Yang, kenapa pintunya dikunci? Aku mau masuk!”Maryam menaruh bayi di tempat tidur, lantas membuka pintu. Marco masuk.“Enggak sengaja kekunci Bang. Aku sudah terbiasa ngunci pintu, waktu kemarin-kemarin Abang sering pergi semalaman.”“Kamu habis nangis?”“Enggak, cuma capek.”Marco menuju tempat tidur, lalu berbaring di sisi bayi.“Bang, itu lapakku! Abang kan, lapaknya yang sebelah sana!”“Ah, kamu, apa sih, bedanya? Spreinya juga sama.”“Ya beda lah, bang. Tanya bayi kita, kalau boboknya dekat bunda, pasti beda dengan bobok dekat ayah. Ya kan, Nak?” lantas Maryam berbaring di ranjang, mepet ke tepinya. Marco terpaksa kembali ke lapaknya, supaya Maryam bisa bergeser, dan mendapat tempat yang lebih luas di ranjan
Malam itu Maryam sedang berada di luar paviliun, menguping beberapa orang yang sedang mengobrol, atau berdebat, di dalam ruang duduk paviliun itu.Terdengar lagi suara Bu Marianne, “Mama rasa sudah cukuplah Maryam bisa merasakan mengasuh Calvin. Kita pertemukan Calvin dengan Maryam itu kan, tujuannya supaya Maryam tahu kalau sebenarnya bayinya tidak m@ti saat lahir. Jadi dia jangan lagi menganggap ada hal yang salah di tubuhnya, yang bisa bikin bayinya meninggal. Tubuhnya sehat, baik-baik saja. Makanya segera kamu suruh dia buka KB, segera hamil lagi. keluarga Wiratama butuh banyak cucu!”Marco menjawab, “Mama masih punya anak dua lagi, Nirmala dan Evan. Mama bisa minta cucu sama mereka.”“Si Nirmala itu malah bilang mau childfree! Entah pikiran sesat dari mana itu?! Suara Bu Marianne menahan rasa geram. “Sedangkan Evan, katanya belum kepikiran mau nikah, dia pengin lanjut kuliah S-2, terus S-3. Jadi yang bisa mama harapkan punya anak lagi, adalah kamu, Marco!”Hening.Lalu suara Bu
Anita lanjut bicara, “Sewaktu kamu hamil, kamu sering terlihat stress, karena saat itu Marco lagi disandera di tempat jauh. Lalu ketika menjelang kamu melahirkan, ada berita di TV, aparat mengepung lokasi penyanderaan itu, dan terjadi kontak senjata. Ada sandera yang meninggal. Kamu langsung saja mengira hal buruk terjadi pada Marco. Kamu mengira sandera yang meninggal itu adalah Marco. Kondisi kamu drop.”Anita bertutur lagi, tentu saja separuh ucapannya adalah bohong. “Karena kondisi kamu menurun, akhirnya dokter menyiapkan operasi caesar. Setelah kamu melahirkan, bahkan kamu ... seperti mengingau, kamu bilang enggak mau hidup lagi, pengin ikut Marco. Kita jadi khawatir sekali dengan kondisi kamu.”“Masak sih, aku mengigau seperti itu?” tanya Maryam.“Namanya juga kamu lagi enggak sadar, masih ada sedikit pengaruh obat bius, pokoknya kamu bicara seolah ... kamu enggak peduli lagi sama apapun, kecuali pengin ikut Marco. Waktu itu kita juga belum dapat info soal kondisi Marco, apakah
Bimo, mantan polisi yang jadi detektif swasta, sudah mendapatkan nomor ponsel Ridan, suami Maisaroh. Nomor itu didapat dari tetangga Ridan. Kesaksian Ridan tentang bayi itu sangat penting. Bimo ingin tahu, siapa yang menitipkan bayi itu kepada istri Ridan? Bimo yakin, hanya Ridan yang tahu siapa or
Ketika Pak Bimo bertanya soal istri muda Zakki, Marco tidak bisa menjawab dengan jelas.“Sebenarnya saya tidak tahu banyak soal istri muda kakak saya. Semua info itu saya dapat dari menguping obrolan Zakki dengan papa saya. Saya pribadi tidak pernah menanyakannya, karena ... saya sungkan, khawatir
Siang itu Maryam ingin memberi kejutan pada Marco, dengan cara datang ke bengkel tanpa janjian terlebih dahulu. Maryam membawa dimsum ayam buatannya. Biasanya Marco sangat suka makan dimsum ayam itu. Ketika Maryam turun dari taksi di depan bengkel itu, dia melihat seorang wanita muda yang sedang bi
Wanita muda itu berjalan menghampiri Marco, “Maaf, saya yang bikin foto Windy sama Mas. Waktu itu Windy bilang dia butuh difoto bareng cowok ....”“Buat apa?” tanya Marco.“Katanya ada cowok rese yang mengejar-ngejar dia. Windy enggak suka, makanya dia pengin nolak dengan mengaku sudah punya pacar.












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.