Sekitar pukul enam pagi, Maryam merasa harus bicara pada seseorang soal Marco yang tidak pulang semalaman. Di ruang makan, Pak Ardi sedang minum obat, ditemani oleh Bu Marianne. Maryam jadi tidak tega kalau membebani pikiran mertua yang sudah sakit-sakitan.“Tapi Marco kan, anak mereka. Aku tidak salah kalau bicara soal kelakuan Marco yang mulai enggak jelas.”Bu Marianne menoleh ke arah Maryam yang berdiri di pojok ruang makan. “Kamu sudah sarapan, Maryam?”“Belum Ma, nanti sebentar lagi.”Pak Ardi bicara, “Kalau sudah lapar, kamu sarapan saja, tidak usah menunggu Marco. Oh ya, Marco sedang mandi ya? Nanti Papa mau tanyain soal perkembangan bengkel.”“Marco ... belum pulang sejak kemarin.”Pak Ardi dan Bu Marianne hanya mengernyit, tidak tampak terlalu kaget.“Sudah ditelepon, dia ada di mana?” tanya Pak Ardi, “saya harap dia ada di bengkel, daripada dia kumat lagi ....”“Kumat apa, Pa?” tanya Maryam.“Kumat naik gunung lagi.” jawab Bu Marianne. “buat Mama sama Papa, kelakuan Marco
Read more