Nadira duduk di depan ruang operasi dengan kedua tangan bergetar hebat. Sejak tadi, pandangannya tak pernah lepas dari pintu ruang operasi yang tertutup rapat itu. Setiap detik yang berlalu terasa begitu menyiksa, seolah waktu sengaja berjalan lebih lambat untuk menguji kesabarannya.Dalam perjalanan menggunakan ambulans, Nadira sudah menghubungi seluruh anggota keluarganya, termasuk Sartika. Dengan suara terbata-bata dan air mata yang terus mengalir, ia berusaha menjelaskan apa yang telah terjadi, meskipun dirinya sendiri masih diliputi kepanikan.Kini, setelah ambulans tiba dan orang yang bersamanya langsung dibawa masuk ke ruang operasi, Nadira hanya bisa menunggu tanpa mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya.Sesekali, ia meremas jemarinya sendiri, berusaha menenangkan diri yang sejak tadi terasa begitu kacau. Namun, semakin lama pintu itu tak kunjung terbuka, semakin banyak pula pikiran buruk yang bermunculan di kepalanya."Ya Tuhan, jangan sampai terjadi s
Last Updated : 2026-10-17 Read more