Warning 21+Daniel menggendong Bellia menuju kamar utama tanpa melepas pagutan bibir mereka. Begitu tiba dia langsung merebahkan Bellia dengan hati-hati di atas tempat tidur.Daniel melepaskan pagutan bibirnya sejenak, lalu menatap Bellia yang berada di bawahnya dengan lekat dan penuh cinta. Bellia pun balas menatapnya dan tidak lama senyum malu muncul di bibirnya."Kenapa Mas Daniel lihatin aku kayak gitu, sih?""Kamu cantik," ucap Daniel sambil mengusap pipi Bellia dengan lembut.Wajah Bellia sontak bersemu merah, jantung pun berdebar hebat. "Bohong," balasnya malu-malu.Daniel terkekeh geli melihatnya. "Siapa yang bohong sih, Bie? Asal kamu tahu, wanita paling cantik yang pernah aku temui cuma kamu."Jantung Bellia berdetak semakin tidak karuan di dalam rongga dadanya. Rona merah di wajahnya pun terlihat semakin jelas. "Gombal.""Keras kepala banget, sih!" Daniel mencubit hidung Bellia dengan gemas, membuat si cantik yang berada di bawahnya seketika tertawa."Aduh, Mas! Sakit!!!" k
Read more