Dalam keheningan yang menyiksa batin Zola, bunyi perut dokter Gamal langsung menyita perhatian keduanya. "Seorang dokter, bisa ya nyuruh pasien harus makan tepat waktu tapi dirinya sendiri perlu diingatkan oleh cacing-cacing dalam perut." Zola tertawa, dokter Gamal pun ikut ketawa. "Aku memang belum makan Lana, gak usah protes, cukup cacing-cacing ini yang protes," ucap dokter Gamal. "Ya, ya ya. Aku cuma mengingatkan," ujar Zola sembari menggelengkan kepala. "BTW aku ke sini memang sengaja mau ajak kamu makan siang." Pria itu mendongak, matahari tepat berada di atas kepala mereka. "Mumpung aku belum kembali bertugas di rumah sakit." "Makan di luar? Apakah ini termasuk dalam syarat pembayaran hutang budi?" Zola nampak ragu. "Enggak juga, kalau kamu mau ayo, kalau enggak ya enggak masalah." Zola menggeleng lemah. "Maaf, aku lagi mager keluar rumah." Sebenarnya Zola tidak enak harus menolak keinginan pria yang sudah membantunya, tetapi ia takut jika keluar, orang-orang Haid
Última actualización : 2026-01-25 Leer más