"Tentu saja," Zola menjawab cepat, tak ingin terdengar egois. "Syukurlah kalau kamu mengerti." Raisa tersenyum lega, seolah Zola baru saja memberikan izin yang sangat besar. "Ibu sangat kangen Kirana. Bagaimana kalau sore ini Kirana ikut Ibu dulu? Ibu mau ajak makan es krim, terus beli mainan baru. Kirana mau, Sayang?" Kirana, meskipun mengantuk, langsung mengangkat kepalanya. Matanya berbinar. "Mau, Ibu!" Zola merasakan hatinya mencelos. Ia ingin menolak, ingin mengatakan bahwa Kirana harus pulang dan istirahat, tapi ia tidak bisa. Bukan hanya Kirana yang terlihat begitu bahagia, tapi juga Raisa yang menatapnya dengan tatapan penuh kemenangan. "Bagaimana, Zola?" tanya Raisa, suaranya manis namun penuh penekanan. "Saya janji tidak akan lama-lama. Nanti saya antar Kirana pulang." Zola mengangguk kaku. "Baiklah. Kirana, jangan nakal, ya." "Iya, Tante!" Kirana mencium pipi Zola lewat jendela mobil, lalu kembali memeluk Raisa. Raisa tersenyum pada Zola, senyum yang kali ini
Read more