LOGINZola pikir dia telah menemukan kebahagiaan kedua dalam pelukan Haidar, duda menawan, dan putrinya, Kirana. Namun, kehadiran Raisa, mantan istri Haidar yang licik, mengubah segalanya. Dengan senyum manis dan rencana jahat, Raisa secara perlahan meracuni keluarga Zola, memanfaatkan Kirana sebagai pion dan menarik Haidar kembali ke sisinya. Terperangkap dalam jaringan kebohongan dan pengabaian, Zola harus menghadapi pengkhianatan yang tak terbayangkan. Bisakah dia menyelamatkan cintanya yang hancur, ataukah satu-satunya jalan keluar adalah meninggalkan segalanya demi dirinya sendiri? Dan, akankah Haidar melepaskan Zola demi bisa rujuk dengan Raisa atau bahkan pria itu akan tetap mempertahankan Zola? Yuk simak lika-liku kehidupan rumah tangga mereka dalam novel yang berjudul "Mas, Ayo Bercerai!" berikut ini!
View More"Aduh, sakit sekali." Zola meringis. Ia duduk berdiri duduk berdiri dengan gelisah. Mulutnya tidak henti-hentinya mengoceh tidak jelas. "Kenapa denganku, aduuh!" pada akhirnya Zola tidak tahan dan suaranya semakin keras. Dokter Gamal menoleh dan mendapati Zola berjongkok dengan tangan memeluk perut. "Lana!" ia segera berlari dan mendekati Zola. "Lana, kamu kenapa?" tanyanya dengan raut wajah khawatir. Zola mengangkat tangan. Dengan bibir bergetar dia berkata pelan, "Jangan mendekat, jangan pedulikan aku." Akan tetapi, dokter Gamal tidak mengindahkan. Ia tetap melangkah mendekati Zola. Tangannya terulur untuk menyentuh lengan Zola. "Jangan sentuh aku! Aku tidak sudi disentuh olehmu!" sentak Zola di tengah rasa sakit yang mendominasi perutnya. "Aduh, pinggangku juga–" "Lana, ada apa dengan perutmu? Apakah sudah kontraksi?" tanya dokter Gamal panik. Ia sama sekali tidak memikirkan kenapa Zola tiba-tiba tidak ingin disentuh olehnya. Yang harus dirinya hadapi sekarang adal
Dewi tak kalah terkejutnya. "Jadi kamu belum tahu ya Zola?" Zola. tersenyum pahit kemudian menggeleng. "Sorry, aku tidak bermaksud menyampaikan kabar yang bikin kamu sedih Tapi kabarnya Haidar menikah dengan Raisa karena terpaksa. Mungkin dia tidak ada pilihan lain karena Kirana butuh sosok ibu." "Kamu tidak salah Kok Wi, hanya saja aku berharap Raisa benar-benar tulus masuk ke keluarga Mas Haidar. Semoga Kirana bahagia bisa berkumpul dengan ibunya. Akhirnya ia merasakan keluarganya utuh kembali." Zola. menghela napas. "Ya semoga Mas Haidar berjodoh sama Raisa." Dewi mengerutkan kening. "Kamu enggak ada sedih-sedihnya gitu Zola? Kalau aku tuh jadi kamu. Ku doain keluarga mereka tidak bahagian. Enak saja, setelah berhasil menghancurkanmu, eh mereka malah hidup senang." Zola kembali tersenyum. "Untuk apa berdoa yang buruk-buruk Wi? Takutnya doa buruk itu berbalik kepada diri kita sendiri lagi pula karma bisa mencari jalannya sendiri." Dewi manggut-manggut. "Kamu benar Zola, peri
Sampai di rental, setelah selesai mengembalikan mobil, Zola menyadari ATM nya tidak ada di tas. Ia panik, tidak tahu akan mendapatkan uang dari mana untuk membayar ongkos pulang sementara uang tunai yang ada di dompet sudah diambil semua oleh ayahnya. "Aku harus menghubungi siapa ya?" tanya Zola menimbang-nimbang dalam hati. Awalnya ia ingin menghubungi dokter Gamal, tetapi ia mengurungkan diri karena pasti akan sangat merepotkan sementara dokter Gamal lagi ada kesibukan di kota lainnya. Selain itu, dia juga tidak mau dokter Gamal tahu dia pergi tanpa pamit. "Masa iya aku harus menghubungi Mas Haidar yang sama-sama ada di kota ini? Ah tidak, itu pasti memalukan. Nanti dipikir pula aku berubah pikiran ingin kembali padanya. Lagian aku malas ketemu dia langsung. "Kenapa Mbak? Ada yang masih ketinggalan di mobil?" tanya petugas rental menyadari Zola tak kunjung pergi setelah menyerahkan kunci. "Oh Tidak Mas, hanya menunggu teman saja, tapi kok lama banget," jawab Zola berbohong
Zola menghela napas lega. Ia hendak menghidupkan mesin mobil. Namun, suara seseorang di sebelah menahan gerakannya. Entah kapan orang itu masuk dan duduk dalam mobil, mungkin saat Zola fokus menatap Kirana di depan sana. "Zola, akhirnya kita ketemu juga." Suara itu, suara dari masa lalu yang sempat mengguncang dunianya. Zola syok. Tubuhnya Zola langsung merespon. Tegang, dingin, dan kaku. Peluh dingin membanjiri seluruh tubuhnya. "Ayah?" Mata Zola membelalak, tangannya membekap mulut. Pria di samping Zola tertawa kecil. "Huh, masih ingat ternyata kamu sama ayahmu." Pria itu berdecih. "Kenapa enggak pernah menjenguk Ayah selama di penjara, hah?" Zola menggeleng lemah. "Aku .... aku ....'" suaranya tercekat di tenggorokan. Oksigen di sekitar terasa menipis, dadanya sesak. "Aku kenapa, hah? Lupa sama yang sudah susah payah membesarkanku karena kamu sudah menikah dengan orang kaya, begitu?" Zola menggeleng. Lidahnya tiba-tiba terasa kelu. "Pria tadi ... Haidar Danish Azh
Sebab kedatangan Dewi membuat Zola kehilangan mood-nya untuk melanjutkan pekerjaan. Ia duduk diam untuk beberapa waktu. Helaan napasnya berpadu dengan udara. kini ia merasa sendirian dan hampa. Galau ingin melakukan aktivitas apa. "Sebaiknya aku ke rumah sakit saja. Sudah lama aku enggak mengontr
"Bagaimana Lana, karya senimu sudah siap?" tanya dokter Gamal sembari berjalan ke arah Zola. Zola yang fokus mengamplas kayu akhirnya berhenti dan mendongak. "Seperti yang dokter lihat di sini, ada puluhan hasil ukiran tangan saya di sini." Dokter Gamal melihat ke sekitar. Benar saja, di tempat it
Zola meraih sapu tangan dokter Gamal dan mengusap air matanya yang hampir meluncur. "Terima kasih," ucapnya seraya menunduk. Mencoba menguatkan hati agar tidak menangis lebih dari itu. "Oh ya, aku lupa. Aku bawakan sarapan bubur ayam untukmu dan masih di mobil. Sebentar aku ambil dulu. "Dokter Gam
"Baik, aku coba cari nanti." Haidar menghela napas panjang dan mengangguk. Setelahnya ia pergi tanpa pamit. Dewi mendesah kasar. "Zola, Zola merepotkan sekali sih. Kenapa coba main pergi-pergi begini? Pake si Haidar tahu lagi Rahasiaku. Aku harus segera menemukanmu, bahaya banget kalau sampai












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews