Setelah semua bersih, Zola terduduk di lantai, memeluk lututnya, berusaha mengumpulkan kepingan hatinya yang terasa ikut pecah bersama piring tadi. Teror yang baru ia rasakan, kekerasan Haidar yang pertama kali melampaui batas verbal, telah meninggalkan luka yang dalam, jauh lebih dalam dari goresan pecahan piring di hatinya. Tiga hari berlalu dalam kabut keheningan yang menyesakkan. Zola bergerak seperti robot, melakukan tugas rumah tangga tanpa semangat, tanpa gairah. Haidar bersikap seolah tidak terjadi apa-apa, tetap pulang larut, pergi pagi, dan menghindari kontak mata. Jika terpaksa berinteraksi, hanya ada kalimat-kalimat singkat dan dingin. Zola merasa seperti hidup di neraka, sendirian di antara dinding-dinding yang dulu ia sebut rumah. Ia butuh bicara, butuh seseorang untuk mendengarkan sementara Kirana setiap kali melihat Zola hanya menunduk, seakan takut untuk bicara apapun. Malam harinya, Haidar pulang lebih awal dari biasanya. Zola sedang berada di dapur, menyiapkan maka
Last Updated : 2025-11-19 Read more