Paris, PrancisKegelapan adalah sahabatnya. Berbagai kepedihan yang telah mendera, hanya itu yang dikenalnya, satu-satunya temannya. Menguasai. Memenuhi. Menyeluruh. Sampai dia datang. Ia berbisik padanya, membuatnya marah. Membuatnya melawan, menghiburnya. Ia tahu pria itu, tapi tak mengenalnya. Pria itu memberinya kehidupan, tujuan... dan alasan untuk hidup.Secepat kilat rasa sakit menyerang, luar biasa panas. Memenuhi secara total. Dalam keheningan mencekam, ia melawan saat rasa sakit itu berusaha melemahkannya. Berupaya menghancurkan apa yang telah mereka bangun. Ia melawan bahkan saat rasa sakit itu mencapainya. Pusaran rasa putus asa menyelubungi paru-parunya, menenggelamkan, mencekik, menghapus seluruh harapan.Jeritan tercekik menembus kegelapan mencekam, membuatnya terjaga.Ia bangkit dan melompat dari ranjang, kakinya mendarat dengan lembut dan tanpa suara. Ia membungkuk, nafas terengah-engah saat matanya yang liar menelusuri ruangan yang remang remang. Ancaman itu---meng
Terakhir Diperbarui : 2025-06-23 Baca selengkapnya