Nadya kembali ke kamar dengan napas tersengal, seakan waktu mengejarnya. Tas travel hitam yang sudah ia siapkan jauh-jauh hari ditarik keluar dari bawah tempat tidur—bukti bahwa ia sudah memikirkan pelarian ini sejak lama.Di atas kasur, Nico tidur pulas, wajah mungilnya tertutup selimut tipis. Nadya mendekat pelan, menatap putranya lama, seolah ingin menghafal setiap garis wajah itu.Ia menunduk dan mengecup pipinya dengan mata bergetar.Jika semuanya berjalan lancar malam ini, jika suaminya, Nando, pulang besok tanpa masalah—ia akan kembali. Namun jika terjadi sesuatu…Ia harus pergi sendiri.Ia tak boleh tertangkap. Tidak boleh.Nadya memejamkan mata sejenak, lalu berbalik dan keluar kamar. Ia menuju pintu kamar mertuanya, mengetuk pelan namun tegas.Tok tok tok.Di dalam, Bibi Mayang duduk di tepi ranjang, tatapan kosong menembus lantai. Begitu mendengar ketukan, ia bangkit tergesa dan membuka pintu.Saat melihat menantunya berdiri dengan tas travel di tangan, wajah Bibi Mayang la
Last Updated : 2025-12-07 Read more