"Ah kulihat kau masih utuh, tubuhmu belum ada yang terluka. Ingin kulihat apakah kau sanggup menghindar dari serangan Bumbung Kosong Menggebuk Naga?!" Kata Dewa Mabok.Si kakek segera miringkan tubuhnya. Telunjuk tangan kiri menunjuk ke langit. Sedangkan tangan kanan bergerak mengusap wajah. Sambil memutar mutar tangan kanan, tangan kiri yang menunjuk ke langit dia lambaikan ke arah bumbung-bumbung yang mengambang di udara."Kepruk! Buat tubuhnya babak belur!" Seru si kakek.Pendekar Sinting tersenyum, menyambut dingin ucapan Dewa Mabok. Dan senyum pemuda itu lenyap. Tiba tiba terdengar suara berdengung tak ubahnya sekawanan lebah berpindah sarang.Ketika Pendekar Sinting dongakan kepala memandang ke atas, tiba-tiba saja dia melihat belasan bumbung bambu telah berpencar didelapan penjuru, lalu seperti elang menyambar benda-benda itu menghantam Pendekar Sinting dengan bertubi-tubl.Tiada kesempatan bagi Pendekar Sinting untuk menghindar. Sambil katu
Read more