"Tempat itu sunyi. Dari sini pandanganku bisa menembus hingga bagian dalam bangunan. Tidak ada siapa-siapa terkecuali onggokan bumbung bambu bekas tuak. Sementara diluar pondok aku melihat ada beberapa sosok tubuh berkaparan sambil memegang bumbung bambu," terang jiwa yang bersemayam dalam hulu pedang."Kau tidak hendak mengatakan orang-orang itu kehilangan nyawanya karena mabuk kan?""Entahlah. Hamba belum memeriksa paduka. Tapi kalau paduka berkeinginan agar aku melakukan pemeriksaan diatas sana pasti hamba lakukan!" Ujar sang jiwa menawarkan diri.Angon Luwak tertegun, berpikir sejenak. Dan sebelum sempat menjawab ucapan jiwa pedang, tiba-tiba dia mengendus aroma tuak yang sangat menyengat"Uh, bau ini membuat lubang hidungku sampai tenggorokan terasa panas seperti mau terbakar. Luar biasa! Manusia mana yang sanggup minum tuak dengan aroma sekeras ini" Kata Pendekar Sinting sambil menekab hidungnya.Cepat pemuda ini memutar tubuh, mata jelalatan nanar memperhatikan sekelilingnya. P
Read more