Di rumah Dini.Dini masuk ke ruang kerja Anthony setelah sebelumnya mengetuk pintu lebih dulu. Di tangannya ada secangkir teh yang khusus dia buat untuk Anthony.“Pekerjaanmu masih banyak?” tanya Dini sambil meletakkan cangkir di meja.Anthony menoleh sekilas pada Dini saat menjawab, “Iya, tapi sebentar lagi selesai.”“Pasti kamu capek sekali, ya,” ucap Dini untuk sekadar berbasa-basi.Anthony menoleh lagi ke Dini dengan seulas senyum, lalu membalas, “Tidak juga, sudah biasa.”Dini mengangguk-angguk, dia berdiri di samping kursi Anthony, satu tangan berpegangan di sandaran kursi Anthony, sedangkan tangan satunya bertumpu di meja.Tatapannya tertuju ke laptop yang ada di meja, saat Dini melirik pada Anthony yang sedang fokus bekerja, Dini akhirnya mengungkap niatnya dengan berkata, “Sayang, sepertinya aku mau melakukan bayi tabung.”Anthony terkejut mendengar ucapan Dini, dia menghentikan gerakan tangan yang sedang membuka berkas, lalu menoleh cepat pada Dini dengan tatapan heran. “Ken
Last Updated : 2025-12-21 Read more