Kayla berlari kecil menyusuri teras rumah dengan napas memburu, sepatu mungilnya berdecit pelan di lantai. Di ambang pintu, Flora sudah berdiri menunggu, kedua tangannya terbuka lebar, senyum hangat mengembang seolah menyambut seseorang yang telah lama dirindukan.Di belakang Kayla, Kevin yang baru berusia tiga tahun berusaha menyusul dengan langkah pendek-pendeknya. Wajahnya merah karena setengah berlari, setengah terengah.“Kakaaak… tungguin Kevin…” gumamnya, tapi tetap berusaha mengejar.“Tanteeeee!” teriak Kayla riang, suaranya memecah sore yang tenang.“Kaylaaa, sayang!” Flora membalas tak kalah semangat.Tubuh kecil itu langsung menubruk pelukan Flora. Mereka berpelukan erat, berputar kecil, seolah sudah berbulan-bulan tak bertemu—padahal baru seminggu lalu Flora menjemput Kayla di sekolah, mengajaknya makan siang, lalu mengantarkannya pulang.“Tanteee…” Kevin akhirnya sampai dan tanpa ragu ikut menyelip di antara mereka, memeluk kaki Flora.Kayla mendengus, sedikit cemberut.“K
Read more