Beranda / Romansa / AKU ADALAH MILIK KAWAN KAKAK / Bab 21. Awal Mula Rasa Iri

Share

Bab 21. Awal Mula Rasa Iri

Penulis: DNOV
last update Tanggal publikasi: 2026-02-28 00:19:55

“Gua gak percaya, dia bakal lebih sukses dari gua. Padahal usaha gua udah mulai lebih dulu dari dia.”

Faisal memukul tangannya ke dinding kamarnya. Asap tebal mengepul dari mulutnya. Beberapa hari sejak ia kembali dari Batam, emosinya mencuat. Ia tak menyangka Rey akan sesukses sekarang.

Memang tak banyak yang tahu bahwa Rey sudah mendirikan perusahaan sejak kuliah kecuali kedua orang tuanya. Rey dan beberapa kawan kampusnya mulai membangun usaha di bidang IT. Perusahaan bernama WebIndo adalah
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • AKU ADALAH MILIK KAWAN KAKAK   Bab 38. Strategi Jitu Yang Tak Terlupakan

    “Jadi kamu yang kasih tahu kakak, kalau Cindy ada di sini?" bisik Ica saat mengambil makanan prasmanan. Rey hanya terlihat menganggukkan kepalanya sambil memilih makanan di depannya."Kakak baru balik ke Batam. Itu pasti merepotkan."Rey hanya tertawa lalu mendorong tubuh Ica menuju konter minuman. “Ya, habis aku bingung. Kamu sepertinya terganggu banget sama cewek itu sampai nggak percaya sama aku. Padahal dia calon kakak ipar kamu, lho!" canda Rey, meski ia juga tak yakin dengan kata-katanya. Ica mengedikkan bahunya sambil memajukan bibirnya, seolah memberi arti bahwa dia tidak setuju dengan pendapat Rey. Rey kembali tertawa geli."Waktu aku bilang ke Faisal, dia juga kaget, lho! Kok, Cindy bisa bareng sama acara kita?”"Masa? Jadi, maksud kamu, dia sengaja ke mari?" tebak Ica sambil celingukan. Rey mengedikkan bahunya, enggan menjelaskan. "Mungkin. Tapi sudahlah! Mereka bukan urusan kita. Besok juga kita berangkat ke Bali." Terang Rey lalu memanggil seorang waiter."Mas, saya mi

  • AKU ADALAH MILIK KAWAN KAKAK   Bab 37. Pasir Pantai Yang Menenangkan

    "Ca, Ica, tunggu!" Rey berusaha mengejar Ica yang memilih pergi setelah turun dari Banana Boat. "Aku mau ke hotel.""Tunggu bareng, Ca!" panggil Rey lagi, menjajari langkah Ica yang semakin cepat. "Udah sana, kamu temani saja ayah bunda! Aku udah capek!""Ca, jangan seperti ini, dong! Masa gara-gara Cindy, kamu marah gak ada habisnya.""Terserah apa kata kamu. Aku cuma mau ke kamar."Dari arah pantai, sosok Cindy tampak masih melambai-lambaikan tangannya ke arah mereka berdua. Ica makin merasa muak dan langsung berlari meninggalkan Rey yang terus mengekorinya. Setelah mandi dan mengganti pakaiannya, Ica langsung menuju ranjang di mana Rey masih ada di kamar, memperhatikan gerak-geriknya dari sofa. "Kamu gak makan dulu?""Aku gak lapar. Aku capek!""Mau aku beliin makanan atau aku bawain aja makanannya ke kamar?""Gak usah. Udah sana, gak usah peduliin aku!""Jangan seperti ini, dong, Ca! Kita sedang bulan madu dan aku ingin kamu dan aku menikmati semuanya bersama." Ica hanya men

  • AKU ADALAH MILIK KAWAN KAKAK   Bab 36. Negosiasi Saja Tak Cukup

    Rey menarik napas dan duduk di samping Ica.“Apa karena itu kamu ngambek sama aku lalu pergi gak bilang-bilang?"Ica hanya memberengut lalu membuang wajahnya lagi."Ca, waktu itu aku cuma sekadar menolong, kok! Pertemuan itu juga gak sengaja. Bukan aku yang mau.”“Aku juga dengar, kamu gendong dia ke klinik dan …” Ica sengaja menghentikan ucapannya, menanti tanggapan pria di sebelahnya.“Ca, jadi kamu tahu! Aku menggendong dia karena kakinya memang terkilir. Tapi jujur, aku gak ada apa-apa sama dia. Begitu sampai di klinik, aku langsung pulang,” terang Rey, sudah menduga arah pembicaraan Ica itu, dan ia tak mau menutupinya.“Ooh!” tanggapan Ica singkat sambil mengedikkan bahunya.“Aku juga baru tahu kalau dia ada di sini waktu aku ke swalayan. Aku pikir itu hanya kebetulan, Ca! Dan kamu tahu sendiri, sikapku sama dia bagaimana. Aku gak mungkin macam-macam,” terang Rey, mencoba meyakinkan Ica.“Malam itu, kamu juga mandi gegara kena kotoran. Kotoran apa?”“Ya ampun, beneran, itu karena

  • AKU ADALAH MILIK KAWAN KAKAK   Bab 35. Kompromi Yang Alot

    Rey yang pagi itu hendak bersiap melapor ke kantor polisi terkejut saat mendapat telepon dari Ica.“Ica, kamu di mana?” Pekik Rey di ujung telepon.“Rey, aku kecopetan. Tolong!” Suara panik Ica membuat Rey ikut panik.“Apa? Tunggu aku! Kamu di mana sekarang?”Di Hotel Bintang, Rey tampak berlari keluar kamar menuju kamar orang tuanya.“Ayah, Bunda, Ica ketemu!”Ketiganya pun langsung menuju hotel tempat Ica berada yang ternyata letaknya kurang dari dua km dari hotel asal mereka.“Ica! Kamu gak kenapa-kenapa, kan?”Sherly langsung memeluk menantunya itu saat mereka bertemu di lobi hotel tempat Ica menginap. Yoga juga tampak memeriksa sekitar tubuh Ica yang lecet."Ya Allah, Ica, kamu kok bisa begini!" Yoga langsung mengajak Ica duduk di kursi rotan. Beberapa orang yang tadi sempat mengerubungi mulai bubar satu per satu. Rey menemui pihak hotel untuk mengumpulkan informasi dan memberikan laporan saat polisi datang.“Kamu gak apa-apa, kan, Ca!”tanya Rey yang baru menghampirinya setelah po

  • AKU ADALAH MILIK KAWAN KAKAK   Bab 34. Saat Ingin Kembali

    “Siapa?”“Maaf, bu! Room service!”Ica tak serta-merta membuka pintu, tapi mengaitkan kunci rantai.Setelah memastikan, ia baru membuka pintu dan mengambil pesanan makan malamnya.“Terima kasih. Ini tipnya.”Ica segera menutup dan mengunci pintu kamar.Malam ini ia ingin menjauh sejenak dari rutinitas barunya sebagai istri Rey dan menikmati malam dengan kesendiriannya yang terasa lain dari biasanya.“Haaah!” Napas panjangnya tanpa sadar keluar dari mulutnya.Biasanya saat di rumah, ia menanti waktu sendiri seperti itu dengan menonton drama sambil makan camilan dengan bebas. Namun, saat ini hati dan pikirannya seolah tak tenang.“Ayah bunda pasti khawatir,”gumamnya lalu mengubah posisi rebahan menjadi duduk.“Diiih, tapi aku masih gak terima kalau Rey beneran bohong. Lagian, ngapain si Cindy itu bisa ada di sini juga? Cis, bikin rusak suasana aja!” gerutunya lalu kembali merebahkan tubuhnya di sofa dan mengganti channel dramanya.“Duuh, sebel, sebel, sebel. Nyebelin!” teriaknya lalu me

  • AKU ADALAH MILIK KAWAN KAKAK   Bab 33. Hadirnya Orang Ketiga

    Dari depan pintu minimarket, Cindy sengaja memanggil-manggil nama Rey dengan suara keras. Beberapa orang tampak memandangi perempuan itu dan juga Rey yang tak jauh dari depan minimarket. "Rey, tunggu! Tolong aku!" Suara lantang Cindy itu terang saja membuat beberapa orang memandangi Rey yang disangka tidak bertanggung jawab.Rey menduga itu hanya akal-akalan Cindy, tapi ia pun terpaksa membawa Cindy ke klinik terdekat. Tanpa ia sadari Cindy mengambil foto candid.Rey buru-buru pergi, takut gadis itu menggunakan trik lain lagi.Sesampainya di kamar ia langsung membuka semua pakaiannya yang tadi sempat bersentuhan dengan Cindy dan mengguyur tubuhnya di bawah shower. “Rey, kok kamu mandi malam-malam? Badan kamu sampe dingin begini?” tanya Mayang yang terbangun saat seseorang tiba-tiba berbaring di sampingnya. “Tadi kena kotoran di minimarket, jadi aku mandi lagi. Peluk dong sayang, aku kedinginan,” rengek Rey saat Ica memegangi tangan dan wajahnya.Tanpa banyak bicara, perempuan itu l

  • AKU ADALAH MILIK KAWAN KAKAK   Bab 7. Kabur Ke Villa

    “Ca, bener nih, gak mau ikut ke kota?” Seru Anggi kencang dari pintu villa.Ica yang sejak tadi memperhatikan laut yang berarak sempat terhenyak. Tapi kemudian ia melambaikan tangannya.“Iya, aku agak papa. Aku lagi enjoy nieh! Titip minuman kesukaanku aja ya!” Teriaknya hampir tak terdengar, diliha

  • AKU ADALAH MILIK KAWAN KAKAK   Bab 6. Hati Yang Galau

    Flasback InPrang!! “Huuu…….huwaaaa……!” Suara gelas pecah diikuti erangan seorang gadis mungil membahana di ruang makan. “Udah, Ca! Jangan nangis lagi, sini biar Rey yang beresin kacanya!” Seorang anak remaja berjongkok memunguti pecahan gelas di lantai. Gadis mungil itu memandanginya sambil ses

  • AKU ADALAH MILIK KAWAN KAKAK   Bab 5. Terciduk

    Ica bersujud sambil memejamkan matanya yang masih sangat mengantuk lepas shalat shubuh. “Ca!”Rey menyentuh pundaknya pelan. Ica bangkit lalu mencium tangan Rey. “Sekalian dong, pipiku dan ini..!”Rey menunjuk bibirnya. Ica melotot tak percaya lalu mendorong cowok itu. “Dasar genit, nggak sopan,

  • AKU ADALAH MILIK KAWAN KAKAK   Bab 4. Berpisah Untuk Bertemu

    Sejak pernikahan itu terjadi, Ica mencoba meyakinkan diri, bahwa semua itu demi kebaikan dirinya. Dan sebersit perasaan sukanya pada sosok Rey yang dulu pernah ia kesampingkan, menjadi sebuah kekuatan baginya untuk menerima kenyataan di depannya.Sepeninggal Rey, ia kembali harus menjalani hari-hari

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status