Ella menatap tangan yang terulur di hadapannya sebelum bangkit dari kursi dan menyambutnya. "Aku Ella Force. Kuharap kita bisa berteman baik."Nikolai tersenyum lebar. "Tentu saja."Setelah jabatan tangan mereka terlepas, Ingrid menambah, "Dia dari Australia, ilustrator baru.""Oh, pantas saja aksenmu terdengar khas Australia," ujar Nikolai, kembali menoleh kepada Ella."Ya, beberapa orang juga pernah mengatakan hal yang sama. Aku memang lahir dan besar di sana.""Kota mana? Aku mengenal beberapa orang dari sana. Aku juga sudah dua kali mengunjungi negaramu, sangat menakjubkan."Ella baru saja hendak menjawab ketika Ingrid mengangkat tangan, menghentikan percakapan mereka. "Oke, oke. Aku senang kalian sudah mulai akrab, tetapi cukup sampai di situ. Sekarang waktunya bekerja."Nikolai terkekeh, sementara Ella hanya tersenyum kecil.Kemudian Nikolai meletakkan berkas yang sedari tadi dibawanya di atas meja Ingrid. "Ini laporan akhir untuk proyek buku anak yang kemarin. Semua revisi suda
Read more