Restoran Le Sommet berdiri angkuh di lantai teratas sebuah gedung pencakar langit, menyuguhkan panorama kerlip lampu kota yang tampak seperti hamparan permata di balik dinding kaca raksasa.Malam itu, Liam telah menyewa seluruh area privat, sebuah ruangan dengan pencahayaan temaram, dinding beludru marun, dan meja panjang dari kayu ek yang dipoles mengkilap.Namun, kemewahan itu terasa menyesakkan bagi Aleena sejak langkah pertama ia memasuki ruangan.Di sampingnya, John berjalan dengan dagu terangkat, mengenakan setelan jas abu-abu arang yang kaku. Genggamannya pada jemari Aleena begitu erat, seolah-olah sedang menandai wilayah kekuasaan di depan singa lain yang sedang menunggu mereka.Liam sudah duduk di kepala meja. Ia mengenakan kemeja hitam dengan dua kancing teratas terbuka, memamerkan aura maskulin yang santai namun mengintimidasi.Saat matanya bertemu dengan manik mata Aleena, ada kilatan gelap yang tak bisa dibaca, campuran antara rindu yang haus dan amarah yang belum padam.
Read more