“Jelaskan padaku, John,” suara Aleena bergetar, namun nadanya setajam sembilu. “Katakan padaku bahwa angka-angka di kertas ini hanyalah angka acak. Katakan bahwa kau tidak menyentuh uang pendidikan anak-anakku.”John terhuyung mundur, punggungnya menabrak kap mobilnya yang masih terasa panas. Wajahnya yang tadi memerah karena amarah fisik, kini berubah menjadi pucat dengan keringat dingin yang membasahi pelipisnya.Ia menatap kertas itu, lalu beralih menatap Liam dengan kebencian yang meledak-ledak.“Dia bohong, Aleena! Jangan percaya pada iblis ini!” teriak John, suaranya melengking tinggi, hampir histeris.“Liam adalah pembohong besar! Dia memanipulasi dokumen itu! Dia menggunakan kekayaannya untuk menjebakku karena dia ingin menghancurkan hubungan kita! Kau tahu betapa liciknya dia, bukan?”John mencoba melangkah mendekat, hendak meraih bahu Aleena, namun Aleena menepisnya dengan sentakan kasar yang membuat John nyaris terjatuh.“Berhenti berteriak, John! Aku bukan anak kecil yang
อ่านเพิ่มเติม