Frank tertegun.Sabrina menatapnya dengan kebencian yang meluap di matanya. "Frank, seluruh hidupku hancur gara-gara kamu. Kalau bukan karena Vania, mungkin aku sudah lama mati. Aku nggak akan pernah memaafkanmu. Sekarang, aku cuma tinggal menunggu untuk melihat gimana nasibmu nanti!"Frank mengernyit. "Nasibku?"Sabrina melangkah maju mendekatinya. "Selama ini, kamu sudah lebih mementingkan wanita simpananmu daripada istrimu sendiri. Vania itu putri kandungmu, tapi hari ini kamu malah menggunakan foto itu untuk menghancurkannya!"Tenggorokan Frank tercekat. Akibat hubungannya yang buruk dengan Sabrina, selama ini dia memang tidak terlalu dekat dengan Vania. Namun, dia tidak pernah berniat menghancurkan hidup putrinya sendiri."Vania juga putriku. Mana mungkin aku ingin menghancurkannya?""Tapi saat kamu menunjukkan foto itu, apa kamu pernah memikirkan akibatnya? Kalau Steve nggak datang tepat waktu, apa kamu pernah membayangkan apa yang harus dihadapi Vania?""Aku ....""Frank, semua
Read more