Sejak pertanyaan terakhir Elina terjawab, tidak ada lagi yang bersuara. Bahkan sampai mereka tiba di penginapan pertama. Keduanya tidak saling bicara, bahkan untuk sekadar melempar sapaan singkat pun tidak."Nona, saatnya makan malam."Elina buru-buru merebahkan tubuhnya di kasur saat Mika mengetuk pintu kamarnya. Setelah tidak kunjung mendapat jawaban, terdengar suara pintu yang terbuka."Nona?" Elina semakin membenamkan kepalanya di bantal yang empuk tersebut."Maaf, Tuan Duke. Sepertinya Nona sudah tidur."Kedua mata Elina sontak terbuka lebar. Ia buru-buru bangun dari tempat tidurnya. Benar saja, sosok Charless ada di ambang pintu tengah berbalik hendak pergi. Secepat mungkin Elina menahan kepergian pria tersebut."Sa-saya belum tidur, Duke."Charless berbalik dengan mata menyipit. "Rupanya Nona pura-pura tidur.""Bukan begitu. Tadi ... tadi saya benar-benar mengantuk. Jadi saya—""Ayo makan malam bersama. Anggap saja ini ganti dari minum teh yang gagal," potong Charless sembari
Last Updated : 2026-01-12 Read more