"Begitu memasuki istana, kamu harus tersenyum, Ellisha!" bisik Torico de Faelwen, ayah Ellisha.Elina tidak punya pilihan lain selain mengangguk patuh. Sebab saat ini sebilah pisau sudah ditodongkan ayahnya dari samping. Sementara Roseria hanya diam sembari mengamati wajahnya di cermin.Saat melewati pintu masuk istana, Elina tersenyum kaku. Ia mengedarkan pandangan ke segala arah. Pemandangan yang hanya bisa dilihat dalam komik, kini ada di depannya. Air mancur di dalam aula, musik yang begitu tenang, dan tidak lupa gaun mewah di segala penjuru. Khas pesta dansa di komik kerajaan."Nona Faelwen, bolehkah saya memberi salam pada Anda?"Elina sontak menoleh saat seorang pria tua bertubuh tinggi membungkuk di depannya."Ah, Marquess Rowguen. Tentu saja Anda bisa memberi salam pada putriku," ujar Torico.Elina yang bingung hanya bisa diam. Ia bisa melihat dengan jelas saat sebelah tangannya digenggam oleh pria tersebut. Lalu mulai mengarahkan punggung tangan Elina ke bibirnya.Secepat mu
Last Updated : 2025-02-25 Read more