Akhir Yang Indah Untuk Duke

Akhir Yang Indah Untuk Duke

last updateLast Updated : 2026-01-09
By:  Miss KyoUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
12Chapters
26views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Elina mengalami kecelakaan kerja yang membuatnya tewas di tempat. Tapi tiba-tiba saja ia terbangun di dalam tubuh tokoh antagonis komik yang terakhir dibacanya! Ellisha De Faelwen. Tokoh yang nantinya akan mati di tangan suaminya sendiri. Elina bertekad untuk mengubah alur cerita tersebut. Tapi mengapa ia seperti tetap berada di jalan yang sama? Sebenarnya apa yang salah? Ikuti kisah perjalanan Elina bersama tokoh favoritnya, Duke Charless!

View More

Chapter 1

01. Jiwa Elina Tersasar!

Gelap.

Elina menggapai udara berulang kali. Tidak ada satu pun cahaya di sana. Ia menoleh ke segala arah sembari berjala tanpa arah.

"Tolong selamatkan tubuhku!"

Elina dengan cepat menoleh ke belakang. "Siapa di sana?!"

"Kamu ... kamu pasti bisa menyelamatkan tubuhku!"

"Siapa kamu? Aku tidak bisa melihat apa-apa!" teriak Elina.

"Jalan lurus ke depan, jangan menoleh ke belakang. Kamu akan menemukan cahaya untuk pulang."

Tiba-tiba saja di belakang Elina seperti terdengar suara hewan buas. Secepat mungkin ia berlari, lurus tanpa menoleh seperti yang dikatakan sosok tak kasat mata tersebut.

Haaahhhh!!!"

Elina menarik napas dalam-dalam saat kedua matanya terbuka. Tubuhnya yang semula terbaring langsung dipaksa duduk.

"Nona sudah bangun!"

Elina menoleh ke arah suara tersebut. Ia sangat terkejut melihat banyak sekali orang berpakaian seperti pelayan. Ia mengerutkan dahinya begitu melihat ruangan yang begitu menyilaukan mata.

"I-ini ... di mana?"

Elina sontak menutup mulutnya saat ia mengucapkan bahasa asing. Padahal selama ini ia tidak pernah belajar bahasa tersebut.

"Apa ada bagian tubuh Nona yang sakit?"

Elina langsung melompat dari kasurnya saat seorang pelayan mencoba menyentuhnya. Ia melempar bantal ke arah orang-orang tersebut.

"Jangan berani mendekat!" seru Elina.

"Mika, lebih baik kita keluar saja. Seperti kata nyonya, dia sudah tidak waras."

Perlahan orang-orang yang ada di ruangan itu keluar. Elina langsung berkeliling ruangan mencari cermin. Seingatnya ia sudah mati saat kecelakaan lift. Tapi mengapa saat ini ia ada di tempat aneh ini.

Setibanya di depan cermin besar, Elina langsung mematung. Ia tidak melihat dirinya di cermin, hanya ada pantulan sosok yang begitu menawan. Namun wajahnya seperti tidak asing. Ia pernah melihat wajah ini di suatu tempat.

Brak!!

"Ellisha De Faelwen!"

Mata Elina langsung membulat saat mendengar nama itu disebut. Sebab nama itu milik karakter antagonis di novel favoritnya. Ia semakin terkejut saat melihat sosok wanita berpakaian mewah yang baru saja membanting pintu.

"Si-siapa Anda?" tanya Elina.

Wanita itu langsung melotot. "Setelah percobaan bunuh diri, sekarang kamu berpura-pura hilang ingatan hanya karena tidak mau menghadiri pesta di istana?"

Elina mengerutkan dahinya sembari mengerjap berulang kali. Apa ini mimpi karena terlalu sering membaca novel itu?

Elina menggeleng pelan. "Ti-tidak, saya benar-benar tidak mengenal Anda."

"Nyonya, kereta kuda sudah siap."

Ucapan penjaga gerbang utama itu langsung membuat wanita bernama Roseria semakin membulatkan matanya. Ia menunjuk ke arah Elina yang sangat ketakutan.

"Cepat rapikan anak ini!"

Elina semakin mundur saat beberapa pelayan yang dibawa Roseria mendekat. Secepat mungkin ia menyambar vas bunga yang ada di dekatnya, lalu melemparnya ke lantai agar tidak ada yang bisa mendekat.

Semua pelayan sontak mundur, kecuali Roseria. Ia justru semakin mendekat dengan wajah garangnya.

"Sudah cukup, Ellisha! Hari masih sangat pagi, tapi kamu memancing amarahku!"

Roseria mengambil tongkat kayu dari salah satu pelayannya. Lalu ia berjalan cepat ke arah Elina. Ia tersenyum miring sembari mengangkat tongkat tersebut.

"Sepertinya kamu belum bangun ya? Kalau begitu 10 pukulan pasti bisa membangunkanmu!"

~~~

"Tolong pelan-pelan," ujar Elina sembari menahan sakit di sekujur tubuhnya.

Bukan sepuluh, tapi dua puluh cambukan karena Elina sempat melakukan perlawanan. Kini ia yakin kalau keberadaannya di tempat asing ini bukan mimpi.

"Nona, saya akan mengoleskan salep yang diberikan Yang Mulia Putri."

Elina sontak menoleh. Ia merampas salep dan memeriksa semua tulisan di tempat bulat tersebut. Ia mengenal jelas nama yang tertulis di sana. Nama yang selalu dipuja dan dibanggakan oleh pembaca karena kebaikan hati dan kecantikan parasnya.

Casia Von Ande Abraham.

Pemeran utama wanita sekaligus penyebab utama kematian Ellisha De Faelwen.

Kalau aku menghindari Putri Casia, Charless tidak mungkin membunuhku 'kan?

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
12 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status