“Pana, kumohon!" jerit Valerin mengulurkan tangannya, kedua mata violet itu nyaris berkaca-kaca. Melihat Panacea dirantai tak berdaya dari balik jeruji itu. Panacea bisa menatap kedua mata Valerin Grayii, tatapan seperi Valerin yang dulu. Tatapan seseorang yang dikasihinya, orang yang merubah benteng bekunya. Valerin Darly Kinaru, Sang Earl terdahulu. Sang Earl yang tak pernah lelah tersenyum baik kepadanya.“Mundurlah, Valyria," suruh Panacea.Valerin yang mendengar nama ‘asli’ nya. Tertegun dengan bingung. “K-kau memanggilku Valyria?” ulang Valerin.Panacea mengangguk singkat. “Benar, jeruji ini akan hancur dan bisa mengenaimu jika dekat-dekat disana.” Panacea berucap sambil bangkit berdiri. “Ingatlah, aku ini Iblis, tidak akan lemah dari manusia. Tuanku." Panacea berucap seraya menyeringai tipis.Valerin mengetahui raut dan seringai itu, sama seperti pertama kali dia dan Panacea mengikat kontrak. “Ah, benar juga. Ditetap iblis," batin Valerin, Gadis bersurai perak itu pun melangka
Last Updated : 2026-02-04 Read more