"Huh?" Sebelah alis Frederitch menaik."Iya kemarin, yang katanya aku lupa. Itu aku bohong.""Oh, aku tahu kok.""Ck, vampire bodoh," ketus Valerin berjalan dengan menghentak kakinya.William Rovana menggeleng. "Kalian berdua, saling mencintai juga saling bertengkar seperti anak kecil""Hm, Hm, benar." Angguk Panacea."Ck, kalian berdua sama saja," ketus Frederitch sambil menyusul langkah Valeirn. "Hey, Val ... Tunggu!"Syashhh...Sebuah anak panah nyari mengenai tubuh Valerin Grayii, beruntung Gadis berperawakan lelaki itu mampu menghindar. Refleksnya masih baik.“Val!” teriak Frederitch yang langsung melindungi Gadis itu sambil menoleh kepada pelaku.Sepasang pria dan wanita dengan seragam serba hitam. Berdiri didepan rumah dari Tobias Cross, seorang wanita memegang panahnya dengan sebagian wajah ditutupi masker hitam.“Tch. Pemburu vampire," celetuk Frederitch.“Ha? Mereka?” tanya Valerin heran.“Benar, tapi kenapa mereka malah membidik dirimu," ucap Frederitch seraya menggandeng ta
Last Updated : 2026-02-13 Read more