“Kurasa, aku Valerin Grayii itu.” Ellis berucap dengan asal tapi sebenarnya dia hanya bercanda, sekaligus ingin melihat raut wajah Sang Raja. Sebenarnya, Ellis jengah mendengarnya.Kedua iris hijau sang Alphonse melebar, binar cerah seolah menemukan harsa rasanya. Segera ia mendeham. “Ellis, kau bercanda bukan?”Ellis mengangguk dengan senyuman lebarnya. “Tentu saja, Yang Mulia.”Alphonse memberikan tumpukan berkas kepada Ellis. “Periksa kembali, jika ada yang terlewati. Katakan padaku,'' perintah Alphonse.Ellis pun mengangguk, ini bukan pertama kalinya Ellis membantu Sang Raja dengan dokumen-dokumen keRajaan. Ellis sudah terbiasa membantu Sang Raja, dia pun membuka setiap lembarnya.Alphonse memperhatikan si pirang emas itu, dia sebenarnya sudah tahu Ellis seorang wanita yang berpakaian selayaknya ksatria. Mirip seperti Valerin Grayii, tapi Valerin sang ungu yang tak kehabisan akal itu tampak berbeda dari si emas Ellis. Valerin Grayii yang misterius, berbeda dari Ellis yang periang
อ่านเพิ่มเติม