“Persiapan The Crown Level sudah 50 persen, Pak Rafael. Setelah ini kita bisa fokus ke SOP, staf, dan inventory.” Dika memegang map laporan di tangannya. Di depan Dika, ada Rafael yang berpangku tangan. Rafael duduk di kursi kebesaran dalam ruang kerjanya di Grand Velora. Rafael mendengar apa yang Dika katakan, tapi fokusnya terbagi. Otaknya penuh dengan sesuatu, sikap Tania. Tidak ada hal besar yang terjadi. Tania tidak marah, tidak bertingkah aneh. Mereka selalu bersama. Bahkan seringkali bermesraan di atas ranjang. Hanya ada yang berbeda.Tubuh Tania ada di pelukannya, tapi Rafael tak merasakan kehangatan Tania. Mereka mengobrol, tapi … datar. “Pak Rafael?!”Panggilan Dika membuat Rafael tersentak. Kesadarannya kembali dengan wajah Dika tepat berada di depannya. “Ada apa, Pak? Kenapa melamun?”Rafael menatap Dika lama sebelum akhirnya menghela napas panjang. Dalam hatinya, ia sedang menimbang, apakah ia
Last Updated : 2026-02-06 Read more