Melihat gelagat Rafael yang tidak membantah, Bryan tahu jawabannya. “Suamimu sudah tau,” bisiknya tepat di telinga Tania. Seluruh tubuh Tania terasa dingin. Tangannya kaku, tak dapat digerakkan. Kedua mata Tania tertuju lurus pada Rafael, mencoba mencari pembenaran. Dan ia melihatnya. Apa yang Bryan katakan benar. “Se-sejak kapan?” Kalimat Tania terputus-putus. Ia tak percaya jika Rafael sudah mengetahui perselingkuhannya. Padahal selama ini Tania merasa sudah menyimpannya rapat-rapat. “Sejak awal,” sahut Fera asal. “Aku yang tidak bersamamu setiap hari saja bisa langsung menebaknya,” sambung Fera dingin. “Ayolah, Tania, jangan bodoh!” sindirnya telak. “Enggak mungkin suamimu enggak sadar dengan perubahan sifatmu yang terang-terangan begini!”Tania menggeleng pelan. Ia kembali menatap Rafael. Sekali lagi, tak ada yang Rafael ucapkan. “Kalau kamu sudah tau, dan kamu tidak melakukan apapun, artinya kamu merestui hubungan kami,” seloroh Bryan tanpa peduli. Mendengarnya, Rafael l
Read more