LOGINTania dan Gilang adalah pasangan yang sempurna—setidaknya itu yang semua orang pikirkan. Setelah tujuh tahun berpacaran dan bertunangan, Tania percaya bahwa hidupnya akan berjalan mulus. Namun, segalanya berubah saat dia menemukan Gilang berselingkuh. Hancur dan kecewa, Tania terjerumus ke dalam malam yang mengubah hidupnya selamanya. Dia tidur dengan Rafael, Direktur di hotel tempatnya bekerja. Seolah belum cukup, skandal itu diketahui semua orang di kantornya. Bagaimana Tania harus menanggung malu?
View MoreTania tidak bisa bergerak. Bryan mendorongnya ke dinding, mengurungnya dengan kedua lengan.“Bryan! Lepaskan!” Pekikan Tania hanya dijawab oleh tawa mengejek. Bryan tak bergeming. Pria itu menatap Tania lurus. “Tidak mau. Aku enggak akan melepaskan kamu. Aku sudah cukup bersabar selama ini.”Tania tak bisa melakukan apapun karena Bryan mencengkeram kedua tangannya erat. Ia tak diberikan kesempatan untuk menghindar. “Tenanglah, Sayang. Ini akan jadi sakit kalau kamu banyak melawan.”Namun, Tania tak mendengar. Ia sibuk mengadu kepala mereka. Bryan mengaduh saat kepala Tania yang keras itu membentur dahinya.“Tania, hentikan!” Bryan berteriak, mengamuk. Kali ini Tania mendapat tatapan tajam dengan cemoohan. “Kenapa kamu bersikap seperti aku yang memaksamu? Kamu sendiri yang mau datang ke sini!”Bryan berdecak keras. Pria itu mengusap dahinya yang terasa nyeri. Tania dilepaskan begitu saja. Bryan berbalik, meninggalkannya. “Pergi! Aku akan batalkan semuanya!”Seketika, kedua kaki T
“Kamu yakin mau pergi kerja sekarang?” Di dalam kamar, Rafael menarik tangan Tania. Pria itu memandang Tania manja, setengah memohon agar Tania tetap di rumah saja. “Aku udah sembuh. Kemarin kan udah ditemenin kamu seharian.”Tania harus lepas dari Rafael hari ini. Bryan sudah menunggunya. Selain alasan ke kantor, apalagi yang bisa ia katakan?“Di rumah terus juga cuma buat aku lemas. Lebih baik keluar sambil cari udara segar,” ujar Tania. Sudah sepuluh menit ia meyakinkan Rafael, tapi suaminya itu masih belum bosan melepaskan tangannya. Tania bisa terlambat jika Rafael terus merengek begini.“Kalau cari udara segar, aku antar. Kita mau jalan-jalan kemana?” Tania memaksakan senyum. Ia menggeleng. “Aku masih banyak pekerjaan. Nanti malam aku mau ayam panggang.”Seketika, Rafael melunak. Pria itu mengecup lembut pipi Tania sebelum menjawab dengan senyum lebar. “Aku buatkan.”Tania mengangguk pelan seb
Tangan Tania bergerak panik. Ia melarikan pandangan kesana-kemari untuk mencari alasan. Namun, di dalam ruangan VIP di mana hanya ada mereka bertiga, tak ada apa pun selain makanan. “Aku tadi mau keluar cari obat, tapi ternyata sudah baikan.” Suara Tania bergetar saat ia berbohong. Tania tak bisa memikirkan alasan lain. Ia cuma bisa melihat piring di hadapannya, lalu teringat tentang rasa sakit di perutnya sehabis minum kemarin. “Aku udah enggak apa-apa sekarang,” sambung Tania dengan suara yang lebih tenang. Di samping Tania, Bryan berusaha menahan senyum. Pria itu sama sekali tidak memiliki empati. Padahal Bryan yang membuat Tania tersudut begini!“Mungkin Pak Rafael perlu mengantar Bu Tania ke dokter. Saya tidak masalah sama sekali,” ujar Bryan sok pahlawan. Tania mencibir tanpa suara. Ia menyumpah Bryan dalam hatinya. “Kita bisa makan bersama lain kali. Atau … Pak Rafael boleh mengundang saya secara pribadi di
Di dalam ruang VIP restoran ini, Tania hanya bisa meringis. Sial sekali. Rafael meminta semua asisten beristirahat, jadi hanya tersisa mereka bertiga di dalam ruangan. Tak ada yang bisa melihat bagaimana tangan Bryan begitu aktif mengelus kedua paha Tania. “Cabernet Sauvignon yang Mr. Ziv bawa sangat luar biasa. Saya belum pernah mendapati wine yang seharum itu.” Rafael masih terus memuji penuh takjub. Pria itu tidak sadar jika istrinya sedang digoda di depannya. “Jangan lupakan Pinot Noir, Pak Rafael. Itu juga istimewa,” sahut Bryan. Kedua pria itu sibuk bicara dengan Tania yang ada di tengah mereka. Sedangkan Tania, hanya terduduk kaku. Ia memegangi ujung rok sambil sesekali mendelik sinis pada Bryan. Kesabaran Tania hanya berlangsung selama lima menit. Ia berdiri saat tangan Bryan menyentuh area privasinya di bawah sana. “Maaf!” ujar Tania menyela. Ia meminta izin ke toilet. Mendengar u












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore