로그인Tania dan Gilang adalah pasangan yang sempurna—setidaknya itu yang semua orang pikirkan. Setelah tujuh tahun berpacaran dan bertunangan, Tania percaya bahwa hidupnya akan berjalan mulus. Namun, segalanya berubah saat dia menemukan Gilang berselingkuh. Hancur dan kecewa, Tania terjerumus ke dalam malam yang mengubah hidupnya selamanya. Dia tidur dengan Rafael, Direktur di hotel tempatnya bekerja. Seolah belum cukup, skandal itu diketahui semua orang di kantornya. Bagaimana Tania harus menanggung malu?
더 보기“Kamu mau kerja?” Rafael bertanya sambil beranjak dari tempat tidur. Setelah kemarin Tania tertidur seharian, hari ini ia akhirnya bergerak. Tania tak bisa terus ada di kamar tanpa mengetahui apa pun. Ingatannya tidak utuh, dan hal itu sungguh membuat dirinya penasaran. “Iya. Aku sudah meninggalkan soft launch begitu saja kemarin lusa. Aku harusnya sedikit bertanggung jawab,” sahut Tania penuh penyesalan. Ia memang merasa bersalah, meski rasa penasarannya lebih besar. Tania harus keluar dari rumah. Ia perlu bertemu dengan Bryan. Dan satu-satunya alasan yang bisa ia gunakan adalah pergi bekerja. “Aku antar, ya.” Rafael dengan sigap beranjak. Pria itu hendak bersiap-siap. Tania mengangkat tangan, hendak menolak. “Tidak per–”Namun, kata-katanya tersangkut di tenggorokan, tidak selesai sempurna. Rafael menyela ucapan Tania. “Sebentar saja. Jangan pergi tanpa aku, oke?” Pria itu menghilang di balik pintu kamar mandi. Terpaksa, Tania menunggu. Karena tidak sabar, ia mencoba mengirim
“Aku di mana?” Tania memegang kepalanya yang berputar. Ia mencoba menarik kembali ingatan yang bisa ia dapatkan. Hal terakhir yang bisa Tania ingat adalah soft launch The Crown Level, lalu … Bryan. Tania seketika terduduk. Ia menggeleng berkali-kali agar tatapannya bisa fokus. Sekarang, kedua matanya bisa menangkap satu gambaran jelas. Kamar tidur bernuansa putih dengan langit-langit kamar yang tinggi. Itu adalah kamarnya. Tania ada di rumah. “Gimana aku bisa pulang?” Tania berusaha keras untuk mengingat. Namun, hanya potongan kejadian yang ia dapatkan dari memorinya. Ada Bryan, tentu saja. Lalu Rafael. Rafael datang menjemputnya!“Astaga!” Tania memekik panik. “Apa yang terjadi semalam?”Tania bergerak. Ia beranjak dari tempat tidur lalu mencari tasnya. Tania berniat mengecek handphone. Ia perlu mencari petunjuk apa saja yang terjadi semalam. “Aduh!” Pekikan Tania menggema di dalam kamar tidur.
“Kita saling kenal?” Bryan tidak punya pilihan selain pura-pura bodoh. Ia mengumbar senyum konyol sambil mengedipkan mata berkali-kali. Bryan mencoba untuk mengalihkan pembicaraan. Sebisa mungkin ia tidak mau terlihat panik meski otaknya sibuk berputar cepat mencari alasan. Bagaimana bisa ada orang lain yang melihatnya? Padahal Bryan yakin jika ia sudah membawa Tania tanpa seorang pun tahu. “Jangan mengalihkan pembicaraan, Pak,” sahut Fera sinis. “Tania itu temanku. Aku tidak akan segan-segan mengadukannya pada–”Bryan langsung menarik Fera menjauh. Ia melakukannya dengan sangat cepat sebelum ada orang lain yang mendengar mereka. Ternyata, perempuan di depannya ini tak bisa dibodohi. Bryan harus menggunakan cara lain untuk membungkam perempuan ini. “Lepaskan!” Fera berusaha membebaskan diri genggaman Bryan.Namun, Bryan seolah tuli. Ia terus menyeret Fera ke lorong gelap.“Jangan berani
“Satu gelas lagi,” ucap Tania sembari memohon. Wajahnya memerah, dan ia sudah mabuk berat. Di sampingnya, Bryan menopang sebagian tubuh Tania. Pria itu menarik Tania ke dalam pelukan, membiarkan Tania bersandar padanya. Jam-jam sudah berlalu, hari telah larut, dan mereka hanya duduk sambil minum. Tak seperti biasanya, Bryan hanya menemani Tania, mendengarkan ceritanya, sambil sesekali membelai kepala Tania lembut. Ruang VIP itu tenang dan damai. Terdengar musik dari layar televisi yang dinyalakan oleh Bryan. Di sampingnya, Tania masih terus bicara. “Sejak awal aku memiliki seorang pacar yang gila. Dia selingkuh di depanku. Lalu, aku pikir aku bertemu dengan cowok baik.” “Enggak salah, tapi juga enggak benar. Dia awalnya baik.” Bryan tertarik dengan apa yang Tania katakan barusan. Pria itu yakin, orang yang sedang dibicarakan oleh Tania adalah Rafael. “Dia juga selingkuh. Ternyata semua lelaki sama saja!” Tania ter






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰더 하기