MasukTania dan Gilang adalah pasangan yang sempurna—setidaknya itu yang semua orang pikirkan. Setelah tujuh tahun berpacaran dan bertunangan, Tania percaya bahwa hidupnya akan berjalan mulus. Namun, segalanya berubah saat dia menemukan Gilang berselingkuh. Hancur dan kecewa, Tania terjerumus ke dalam malam yang mengubah hidupnya selamanya. Dia tidur dengan Rafael, Direktur di hotel tempatnya bekerja. Seolah belum cukup, skandal itu diketahui semua orang di kantornya. Bagaimana Tania harus menanggung malu?
Lihat lebih banyakAku sudah di depan rumahmu. Otak Tania seketika kosong. Ia mengangkat wajah, memandang Agus yang masih menatapnya penuh amarah. Sudah satu jam berlalu dan ia telah diceramahi habis-habisan oleh Anggi. Meski itu lebih baik daripada sang ayah yang hanya menatapnya tajam. Kebisuan Agus membuat Tania sesak. “Setelah pria itu datang, langsung selesaikan dengannya,” ucap Anggi untuk kesekian kali. Ibunya itu masih membujuk dengan lembut, meski Tania tahu jika Anggi sangat marah dan kecewa. Tidak seperti sang ayah, yang hanya terus berteriak padanya. Tania tahu jika dirinya salah. Tapi, memangnya manusia mana yang tak pernah berbuat kesalahan?“Dia sudah datang,” ucap Tania pada akhirnya. Ia tak bisa terus membiarkan Bryan menunggu. Sendirian di malam hari, di depan rumah orang lain, Bryan bisa saja dituduh sebagai pencuri. “Bagus. Cepat bawa dia ke hadapanku.” Agus menyilangkan kedua tangan di depan dada. Sadar jika sang ayah sedang mencoba mengeluarkan aura superiornya, Tania tak m
Tania tidak bisa. Ia tak mau memanggil Bryan. Jika Bryan sampai datang, kedua orang tuanya pasti akan langsung memaki Bryan. Bahkan mungkin menyakitinya. “A-ayah,” panggil Tania dengan suara bergetar. Ia masih takut, tapi memilih untuk terus bicara. “Enggak perlu libatkan orang lain. Cukup hukum aku saja.”Bingkai foto yang ada di atas nakas tiba-tiba melayang di udara. Untuk sedetik kemudian beradu dengan lantai menjadi serpihan.Tania menjerit kaget. Pecahan kaca itu menggores pipinya. “JANGAN MEMBUATKU BICARA DUA KALI!” Teriakan Agus membuat Rafael menarik Tania mundur. Darah mengalir di pipi Tania, tapi Tania malah sama sekali tak peduli. Tania membiarkan Rafael mengusap wajahnya lembut, membersihkan luka yang menempel dengan sehelai tisu di tangan. “Kamu enggak apa-apa?”Tak ada respon untuk pertanyaan Rafael. Tania masih mematung, memandang Agus tanpa berkedip. “Lakukan, Tania. Sekarang!” Bentakan Agus membuat Tania meluruh ke lantai. Ia biarkan pecahan kaca itu menusuk
“A-ayah?” Suara gagap dan panik Tyo membuat seisi ruangan menoleh. Di lorong, ada Agus yang berdiri dengan Zayne dalam gendongannya. Seluruh tubuh Tania membeku. Ia langsung menunduk, takut. Kedua tangannya mengepal erat dengan buku-buku jari yang memutih dan kuku yang menancap tajam. “Sejak kapan Ayah di sini?” Pertanyaan Tyo membuat Tania gemetar hebat. Membayangkan jika Agus sudah mendengar semua percakapan mereka cukup untuk membuat Tania tercekat, kehabisan napas. Jantungnya bertalu keras. Getaran tubuhnya semakin hebat. Kedua kaki Tania mendadak lemas. Susah payah ia menahan agar dirinya tidak limbung ke sisi. “Jangan khawatir,” ucap Rafael seraya mengulurkan tangan. Suara Rafael yang tenang bagaikan angin sejuk untuk Tania. Ia menarik napas dalam, berusaha menenangkan diri. Tania akui, ia memang wanita tak tahu malu. Ia akan membiarkan Rafael membelanya. Tania tak bisa berkutik di hadapan Agus. Ia tak berani mencoba. “Temani Zayne.” Agus menyerahkan Zayne pada Tyo. Sem
“Maaf,” cicit Tania. Kepalanya menunduk dalam. Ia terlalu malu untuk menatap Anggi. Tania mengira semua akan baik-baik saja asalkan ia bahagia, tapi kenapa sekarang ia merasa begitu sesak? “Kenapa minta maaf ke Ibu?” Anggi menyahut dingin. Rasa kecewa terdengar dalam suara Anggi yang bergetar. Andai Tania mendongak, ia bisa melihat wajah penuh kecewa Anggi. “Kamu tau kan, harus melakukan apa?” Lidah Tania kelu sekarang. Ia tahu maksud Anggi. Tania harus meminta maaf ke Rafael, tapi itu artinya hubungannya dengan Bryan juga harus berakhir. Tania tak ingin berpisah dari Bryan. Ia tidak mau kehilangan satu-satunya matahari, yang mampu membuat harinya hangat. Tania tak bisa. Ia tak ingin. Perlahan, kepala Tania bergerak. Ia memberanikan diri menatap Anggi. Kedua tangannya terkepal erat. Tania menarik napas perlahan. Ia … akan bicara. “Tania bisa minta maaf ke Rafael, tapi Tania mau tetap bersama Bryan, Bu–” “Tania!” Bentakan Anggi membuat Tania menutup mulut seketika. Di depanny
“Aku mau mencoba,” jawab Tania. Senyum merekah di wajah Rafael. Hari ini ia seperti mendapatkan durian runtuh. Semua usaha dan pengorbanannya tidak pernah sia-sia. Tania benar-benar ingin bersamanya. “Aku enggak nyangka hari seperti ini akan cepat datang,” ujar Rafael. Rafael meraih tangan Tania
“Enggak apa-apa, Bu.” Tania mencoba mengerti. “Nanti Tania coba bicara sama Rafael buat lebih berusaha lagi,” janji Tania. Namun, malam itu, Rafael tidak kembali. Rafael menghubungi Tania lewat handphone Dika. Takut Tania tidak percaya, Rafael berniat melakukan video call sepanjang malam. Namun,
“Kau gila!” Natasha memaki kasar.Rafael tersenyum miring. Apa wanita itu sedang membicarakan dirinya sendiri? “Cepat jalan!” Rafael mendorong Natasha paksa. Rafael menyeret Natasha sampai ke depan pintu. Ia memberi perintah pada Natasha untuk membukanya.“Kamu tau kalau kamu tidak akan bisa lolo
“Aku yang bertanya!” Tania balas membentak. Rafael menjawab dengan bahu terangkat. Ia menggeleng kemudian. “Apa kamu mau kembali pada keluargamu? Coba ambil keputusan tanpa memikirkan aku,” ujar Tania. Tania mencoba menahan diri. Ia hanya ingin Rafael menyuarakan isi hatinya. Tania ingin tahu, a












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak