“Siang, Pak Rafael. Saya juga baru datang,” jawab Bryan santai. Tania memicing untuk melihat noda lipstik di bibir Bryan, tapi tak ada sama sekali. Mereka beruntung. “Saya baru saja membahas kontrak dengan Bu Tania,” sambungnya. Tania mendelik saat melihat Bryan yang menahan senyum padanya. Pria gila itu benar-benar sudah membuat Tania lemas. Kedua lututnya terasa seperti jelly karena panik. Dan Bryan melihatnya. “Ada apa? Apa Bu Tania lelah?” Bryan malah membuat Tania menjadi pusat perhatian. “Tidak, lututku sedikit gatal,” elak Tania cepat. Ingin sekali Tania mencolok kedua mata Bryan yang menatapnya mengejek. Pria itu benar-benar ingin mempermalukannya. Tania sempat mendelik kesal pada Bryan sebelum Rafael menegurnya. Perhatian sang suami lah yang membuat Tania teralih. “Ayo kita duduk saja,” ajak Rafael seraya menggandeng Tania ke sofa. Seketika raut wajah Bryan berubah, yang sebelumnya me
Terakhir Diperbarui : 2026-01-07 Baca selengkapnya