Ethan mencium Ivy dengan rasa lapar yang tertahan sejak fajar. Sebuah ciuman yang dalam, vulgar, dan penuh dominasi.Ia ingin memastikan bahwa meskipun Iris memiliki perhatian Ivy sebagai seorang ibu, Ethan tetap memegang kendali penuh atas hati dan gairah Ivy sebagai seorang wanita.Ethan menarik napas panjang, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Ivy, menghirup aroma susu dan sabun bayi yang kini bercampur dengan wangi khas tubuh istrinya. Aroma yang seharusnya menenangkan, namun bagi Ethan, itu adalah pengingat bahwa ia kini harus berbagi.“Kau tidak adil, Ivy,” bisik Ethan, suaranya parau, teredam oleh kulit leher Ivy. “Dia mendapatkanmu setiap kali dia menangis. Sedangkan aku harus menunggu kau selesai dengan seluruh duniamu baru bisa menyentuhmu.”Ivy tersenyum tipis. Ia tahu pria di hadapannya ini bukan sedang merajuk seperti pria biasa. Ethan Winchester merajuk dengan cara yang lebih gelap, lebih menuntut, dan penuh wibawa yang terluka. Sejujurnya, ia sedikit menikmatinya.“
Read more