MasukEthan Winchester, CEO Winchester Corporation, memiliki istri yang dikenal pendiam, patuh, dan penakut. Namun setelah kecelakaan yang membuatnya kehilangan ingatan, istri sang presdir berubah drastis. Kini, perempuan itu jadi berani, lantang … dan tidak lagi takut pada siapa pun, termasuk suaminya sendiri.
Lihat lebih banyakAlaric mencegah pelan, santai. Ia mencengkeram pergelangan tangan pria itu dengan kekuatan yang tidak wajar untuk pemuda seusianya.Pria itu tidak mundur. Justru melawan, mencoba menyentakkan tangannya. Semua terjadi dalam hitungan detik. Kilatan logam muncul di sela gerakan mereka. Pisau lipat kecil. Kecil, tapi cukup untuk merobek kulit.Iris sudah berada di sisi Ivy bahkan sebelum orang lain menyadari ada yang salah. Ia memposisikan dirinya di antara Ivy dan kekacauan kecil itu. Tangannya menyentuh lengan ibunya dengan lembut, memutar tubuh Ivy sedikit.“Mommy, mundur sedikit. Ada pelayan yang menumpahkan minuman,” ucapnya tenang, suaranya stabil, memberikan alasan logis agar Ivy tidak panik.Ivy menurut, melangkah mundur tanpa bertanya.Di sisi lain, Alaric tidak melepaskan cengkeramannya. Ia menekan lebih kuat, mencoba memutar tangan lawan untuk menjatuhkan pisau itu.Alaric terlalu percaya diri dengan kekuatannya, karena ia terbiasa mengandalkan insting bertarungnya di ruang
Di lantai atas, di dalam kamar mandi yang luas, Alaric sedang meringis saat Iris menyiram luka di sikunya dengan antiseptik.“Bisa lebih pelan sedikit?”“Tidak,” jawab Iris tenang.Alaric mendengus pelan. Lalu melirik ke arah pintu kamar mandi yang sedikit terbuka. Dari kejauhan, samar-samar terdengar suara Ivy dari lantai bawah—tidak jelas kata-katanya, tapi cukup untuk dikenali.“Kau dengar itu?” bisik Alaric pelan. “Mommy pasti curiga.”Iris tidak berhenti membersihkan luka adiknya. “Mommy memang tahu. Tapi dia memilih untuk percaya pada Daddy. Karena jika Mommy mulai bertanya lebih jauh, Daddy akan membuat hidupmu jauh lebih sulit daripada sekadar memar di siku ini.”Alaric terdiam, menatap pantulan dirinya di cermin. Ia melihat wajahnya yang semakin mirip Ethan, namun dengan sorot mata yang lebih liar. “Daddy benar-benar hanya peduli pada Mommy, ya? Kita ini hanya ... pelengkap?”Iris mengangkat pandangannya, menatap adiknya lewat cermin dengan tatapan yang dalam. “Bukan pelengka
Alaric mengerjapkan mata satu kali, lalu mengangguk. “Okay, Daddy.” Ethan lalu berjalan melewati mereka menuju pintu masuk rumah. Iris menatap punggung ayahnya sebentar sebelum kembali melihat Alaric. “Kau beruntung.” “Kenapa?” Alaric masih menatap punggung ayahnya yang baru saja menghilang di balik pintu. “Daddy tidak melihat lututmu kemarin.” Alaric menyeringai kecil. “Kalau Daddy melihat, aku tetap akan mencoba lagi.” Iris tidak terlihat terkejut mendengar itu. Ia sudah tahu satu hal tentang adiknya sejak . Alaric Winchester tidak terlalu peduli pada kemungkinan jatuh. Bocah laki-laki itu hanya ingin tahu apakah ia mampu berdiri lagi setelahnya atau tidak. *** Delapan tahun kemudian. Senja itu, suasana di ruang keluarga mansion terasa sangat tenang. Ivy sedang duduk di sofa dekat jendela besar, fokus membaca beberapa berkas laporan bulanan dari The Alden Circle. Ia terlihat segar, rambutnya tertata anggun, dan sesekali menyesap teh melati tanpa ada tanda-tand
“Aku di sini,” ucap Ethan tegas. Memahami gerakan istrinya.Beberapa menit kemudian, tangisan bayi akhirnya memecah ruangan.Suara itu tajam dan kuat.Seluruh tubuh Ivy langsung melemas di tempat tidur.Ketegangan yang menahan sarafnya selama berjam-jam akhirnya hilang sekaligus.“Bayi laki-laki,” kata dokter.Beberapa saat kemudian Ethan menerima bayi itu di lengannya. Sesuai dugaan semua orang. Anak keduanya adalah laki-laki. Tetua Oakhaven menyebutnya pewaris, dan ia sendiri menganggap bayi ini menyulitkan sang istri—pemikiran yang sama seperti saat Iris dilahirkan.Ethan menghela napas pelan. Tampak jelas bahwa ia tidak ingin ada kali ketiga setelah ini. Tatapannya turun, menatap putranya yang bergerak aktif bahkan sebelum tangis benar-benar reda.Jari kecil itu langsung mencengkeram jari Ethan dengan kekuatan yang mengejutkan.Ethan memperhatikan cengkeraman itu beberapa detik. “Alaric Winchester,” ucapnya rendah. Terpikir begitu saja dengan cepat dan spontan. Ia menoleh pada I
Ivy tidak langsung menjawab. Ia menatap Anastasia beberapa detik, seolah memastikan sesuatu. Raut wajahnya tidak memperlihatkan ekspresi yang bisa sang mertua tebak.Lalu Ivy menunduk pada Iris yang masih duduk nyaman di pangkuannya. “Sayang,” bisiknya lembut, mengusap rambut halus putrinya. “Ingat
Iris.Gadis kecil itu sering duduk di dekat ibunya dengan buku di pangkuannya, atau menggambar di lantai sambil sesekali menoleh memastikan Ivy baik-baik saja.Kadang ia menempelkan telinganya ke perut Ivy dengan sangat serius.“Dia masih di sana,” gumam Iris suatu sore.Ivy yang sedang berbaring d
Ivy berhenti sejenak.Istilah itu hampir tidak pernah lagi mereka gunakan sejak pulang dari Oakhaven bertahun-tahun lalu.“Kenapa Iris tanya begitu?” tanya Ivy pelan.Gadis kecil itu tidak langsung menjawab. Ia meletakkan tangannya dengan ringan di perut Ivy, seperti sedang memastikan sesuatu.“Kar
Ethan mengernyit mendengar peringatan itu, tapi segera dilanjutkan sebelum ia membuka suara.“Karena apa yang kalian lakukan di bawah langit Oakhaven seminggu ini bukan sekadar nafsu. Itu adalah proses penciptaan seorang pemimpin,” jelasnya tenang, beralih menatap Ivy. “Badai itu adalah ujian untuk
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak