Sengaja Ivy menggantungkan ucapannya. Membuat Ethan semakin memelankan laju kendaraannya.“Kau ingin apa, Sayang?” desak Ethan, tetap lembut, namun jelas tidak sabar.Bukannya menjawab, Ivy malah mengedipkan sebelah matanya dengan nakal. “Kau penasaran?”“Iya, Istriku. Aku sangat penasaran,” aku Ethan, tanpa gengsi.Tawa Ivy pecah. Hal sederhana seperti itu saja mampu membuat hatinya menghangat luar biasa. Menikmati suaminya yang terkenal dingin itu, sekarang menjadi pria yang menyenangkan untuk diajak bercanda.Ethan ikut tertawa. Meski masih sangat penasaran, tapi ia lebih senang melihat istrinya tertawa karena dirinya. Walau itu artinya, sedikit mempermainkannya. Tidak masalah sama sekali, asalkan itu Ivy.“Selama bersamamu ...” Tawa Ivy sudah berhenti, kali ini ia bicara dengan nada setengah serius, “aku tidak pernah sekalipun mendengar kau bersendawa, apalagi buang angin.”Ethan terdiam cukup lama. Terlalu lama untuk ukuran percakapan santai yang pernah terjalin di antara mereka.
Read more