Pintu rumah Shera terbuka perlahan saat keluarga Sisil melangkah masuk dengan wajah penuh penyesalan. Ayah Sisil menghela napas berat, mencoba mengatur kata-kata yang ingin diucapkan. “Kami datang untuk meminta maaf, Shera. Semua ini salah kami, terutama Sisil. Kami mohon, pernikahan ini tetap bisa dilanjutkan,” suaranya bergetar, menahan rasa malu dan kecewa.Shera berdiri di samping Shaki, menatap keluarga Sisil dengan tatapan dingin. Shaki sendiri tampak tegang, bibirnya terkatup rapat seolah menahan amarah yang bergejolak di dalam dada. Matanya tidak lepas dari Sisil yang duduk di pojok ruangan, wajahnya memerah dan penuh penyesalan, tapi juga ada keputusasaan yang mengekang.“Aku sudah memikirkan semuanya, dan aku tidak bisa memaafkan kebohongan yang Sisil lakukan,” kata Shaki dengan suara tegas namun bergetar. Ia menundukkan kepala sejenak, lalu menatap lurus ke depan, “Pernikahan ini harus dibatalkan. Aku tidak mau memulai hidup baru dengan dasar yang penuh dusta.”Sisil menang
続きを読む