로그인Ketika dihina secara terang-terangan Shiren yang tetap sabar selama pernikahan harus mengambil sebuah langkah terbaik dalam hidup saat suaminya ketahuan sering bermain dengan wanita malam, angkat kaki dari rumah yang dipenuhi liku liku rumah tangga dan menjadi wanita tangguh dan mandiri demi anak satu-satunya, Shiren yang sejak muda bercita menjadi makeup Artist terkenal akankah bisa menggapai segala keinginannya dan membuat sang mantan menyesal? Baca terus ceritanya ya!
더 보기Pintu rumah Shera terbuka perlahan saat keluarga Sisil melangkah masuk dengan wajah penuh penyesalan. Ayah Sisil menghela napas berat, mencoba mengatur kata-kata yang ingin diucapkan. “Kami datang untuk meminta maaf, Shera. Semua ini salah kami, terutama Sisil. Kami mohon, pernikahan ini tetap bisa dilanjutkan,” suaranya bergetar, menahan rasa malu dan kecewa.Shera berdiri di samping Shaki, menatap keluarga Sisil dengan tatapan dingin. Shaki sendiri tampak tegang, bibirnya terkatup rapat seolah menahan amarah yang bergejolak di dalam dada. Matanya tidak lepas dari Sisil yang duduk di pojok ruangan, wajahnya memerah dan penuh penyesalan, tapi juga ada keputusasaan yang mengekang.“Aku sudah memikirkan semuanya, dan aku tidak bisa memaafkan kebohongan yang Sisil lakukan,” kata Shaki dengan suara tegas namun bergetar. Ia menundukkan kepala sejenak, lalu menatap lurus ke depan, “Pernikahan ini harus dibatalkan. Aku tidak mau memulai hidup baru dengan dasar yang penuh dusta.”Sisil menang
Keluarga besar Shaki berkumpul di ruang tamu yang penuh dengan bisik-bisik dan tatapan penasaran. Ketika Shaki mengumumkan keputusannya untuk membatalkan pernikahan dengan Sisil, keheningan seketika menyelimuti ruangan. Wajah-wajah yang tadinya cerah berubah menjadi campuran antara terkejut dan tidak percaya. Beberapa anggota keluarga saling bertukar pandang, seolah menunggu penjelasan lebih lanjut. Shera, ibu Shaki, yang dari awal tampak tegar, akhirnya angkat bicara dengan suara lembut namun penuh keyakinan. "Anakku, kau sudah tahu hatimu sendiri. Jika Sisil bukan yang terbaik untukmu, maka jangan dipaksakan," katanya sambil menggenggam tangan Shaki erat-erat. Matanya memancarkan kehangatan dan dukungan tanpa syarat, membuat Shaki merasa sedikit lega di tengah tekanan keluarga. Shaki menundukkan kepala, merasa beban berat di pundaknya perlahan mencair oleh kata-kata ibunya. Di balik keraguan yang masih membayangi, ada secercah harapan baru untuk masa depan yang lebih baik. Suasan
Airin sedang duduk santai di sofa ruang keluarga, tangannya memegang secangkir teh hangat sambil menonton acara favorit di televisi. Suasana tenang itu tiba-tiba pecah ketika pintu depan diketuk dengan keras. Dengan ragu, Airin berdiri dan membuka pintu, di depan matanya berdiri dua petugas kepolisian dengan ekspresi serius. "Apakah Ibu Airin?" tanya salah satu petugas dengan suara tegas namun sopan. Jantung Airin berdegup kencang, ia tak mengerti apa yang sedang terjadi. "Ya, saya Airin. Ada apa, Pak?" Petugas itu mengeluarkan surat panggilan dan membacakan, "Kami datang berdasarkan laporan dari Shiren Amirah terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Ibu." Airin terdiam sejenak, wajahnya berubah pucat. Dalam benaknya berputar cepat, mencoba mengingat apakah yang harus dia lakukan. Matanya membelalak, mulutnya kering. Rasa takut dan kebingungan menyelimuti dirinya. "Dugaan... pencemaran nama baik?" suaranya bergetar, tak percaya. "Ini pasti salah paham." Petugas itu meng
Video itu diputar ulang berkali-kali, wajah Airin yang kemarinnya penuh kesombongan kini terlihat pucat pasi. Di layar, suaranya tampak lantang dan tegas takkan mau mengembalikan nama baik Shiren dan yakin perempuan itu akan hancur atas berita hoaks yang dia sebarkan. "Aku bodoh sekali kenapa bisa terperangkap atas jebakan Shiren dan lelaki itu," ucapnya dengan mata berkaca-kaca, mencoba menahan rasa malu yang membuncah.Di sisi lain, komentar netizen membanjiri unggahan Arshaka. Hujatan dan cercaan mengalir deras, Airin disebut sebagai perempuan licik yang tega menghancurkan reputasi orang lain demi kepentingan pribadi. Beberapa bahkan mengungkapkan kebencian mendalam, mengutuk Airin tanpa ampun.Shiren yang menonton video itu dengan tangan gemetar, tak mampu menyembunyikan kelegaan yang mengalir di hatinya. Hatinya yang dulu penuh luka kini mulai memancarkan ketegaran baru. Ia tahu, meski luka itu masih menganga, kebenaran akhirnya terbuka ke permukaan. Namun, di balik itu semua, t
Andika berdiri di tengah ruang tamu yang remang, matanya membara menatap layar ponsel yang menampilkan unggahan viral itu. Wajahnya memerah, napasnya memburu seolah hendak meledak. "Kenapa kamu lakukan ini, Airin?!" suaranya pecah, penuh amarah yang sulit ditahan. Tangan Andika mengepal kuat hingga
"Apa! Shiren menjadi pemenang lomba? Berarti namanya naik dong?" Niko mengangguk, masih tak percaya Airin mengambil handpone dan melihat sendiri buktinya di tok tok."Benar, nggak mungkin aku bisa kalah sama cewek kampungan itu. Enggak bisa!" lirihnya terdengar Niko."Kamu nggak suka?" Airin
Arshaka duduk di ruang tamu rumah keluarga besar mereka, suasana terasa hangat namun penuh ketegangan halus. Di sampingnya, Arshaki, kembaran yang selalu tampak lebih tenang dan teratur, sesekali melirik ke arah pintu, menunggu saat yang tepat untuk memperkenalkan calon istrinya. Shera dan Rasya, o
Shiren menggenggam spanduk kecil berwarna cerah dengan tulisan tangan rapi yang mempromosikan jasa make up-nya. Ia memilih tempat yang strategis—pagar besi di depan kost yang sering dilalui penghuni lain dan tamu. Dengan hati-hati, ia memasang spanduk itu menggunakan isolasi bening, memastikan tida












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.