“Kau memang negosiator ulung, Simon,” ujar salah satu direktur saat Simon keluar dari ruang rapat. “Dengan kecerdasanmu ini, kau hanya perlu istri dengan latar belakang kuat, maka seluruh direksi akan mendukungmu naik menjadi ketua.Simon mengangguk sopan dia memang sangat butuh istri, tapi apa boleh buat Sasha belum kembali. Sebaiknya Simon memikirkan dokumen yang menumpuk di meja kerjanya agar rasa rindu terhadap sosok Sasha bisa teralihkan. Selama dua tahun terakhir, hidupnya telah kembali penuh dengan rutinitas bisnis. Pertemuan, negosiasi, dan rapat terus mengisi harinya, tetapi ada sesuatu yang selalu terasa kosong—atau lebih tepatnya, seseorang.Dia memasuki ruangannya dengan langkah mantap, berharap bisa menyelesaikan sisa pekerjaannya sebelum istirahat siang. Namun, sekretarisnya, Mia, menghentikannya di depan pintu.“Tuan Simon, ada tamu menunggu di dalam,” kata Mia sambil tersenyum kecil, tatapannya menyiratkan sesuatu yang tak biasa.“Tamu?” Simon mengerutkan kening. “Siap
Last Updated : 2026-04-25 Read more