LOGINGadis buta ini baru mengetahui kalau bodyguard-nya ternyata seorang pewaris dari konglomerat paling berpengaruh di kotanya. Sasha Vanderbilt, yang kehilangan penglihatan dan ibunya dalam kecelakaan tragis, menjalani hidupnya dengan satu prinsip: jangan bergantung pada belas kasihan siapa pun. Namun kedatangan Simon, bodyguard dengan sikap dingin dan penuh perhatian, perlahan mengisi kehampaan dalam dunianya. Tanpa sepengetahuan Sasha, Simon Kingsley sebenarnya bukan sekadar pelindung. Pewaris Kingsley Corp itu menyamar demi memenuhi desakan keluarganya untuk segera menikah. Namun, rencana Simon berubah saat dia menemukan sesuatu yang lebih dari sekadar kewajiban dalam diri Sasha—kehangatan yang selama ini dia cari. Ketika rahasia besar Simon terbongkar, Sasha merasa dikhianati oleh orang yang telah ia percayai sepenuhnya. Apakah perhatian Simon selama ini hanyalah bagian dari sandiwara? Atau ada perasaan tulus di balik kebohongan itu? Di tengah cinta, kebohongan, dan rahasia yang tak terduga, Sasha harus memutuskan: melanjutkan hubungan yang dibangun di atas kepalsuan atau pergi dan memulai kembali? Bisakah hati yang terluka menemukan kepercayaan lagi? Atau semua ini akan berakhir dalam kegelapan?
View MoreSimon Kingsley sedang berbincang santai dengan ayahnya, Robert, di ruang kerja besar di kediaman keluarga Kingsley. Suasana rumah itu tenang, dengan aroma teh hangat yang baru saja disajikan oleh Emma. Sasha sedang duduk di ruang keluarga bersama Emma, membicarakan rencana menyambut bayi yang tinggal beberapa minggu lagi lahir.Namun, ketenangan itu tiba-tiba pecah saat terdengar suara kecil dari Sasha. “Simon!” panggilnya, suaranya terdengar panik.Simon segera berlari ke ruang keluarga, menemukan Sasha duduk dengan wajah pucat sambil memegang perutnya. “Apa yang terjadi, Sayang?” tanyanya cemas.Sasha meringis kesakitan. “Aku ... aku rasa kontraksi. Dan—” Ia berhenti berbicara sejenak, matanya membesar saat melihat cairan mulai mengalir di lantai. “Air ketubanku pecah!”“Astaga!” Emma langsung berdiri, wajahnya penuh kekhawatiran. “Simon, cepat! Kita harus membawa Sasha ke rumah sak
Setelah menyaksikan wawancara Simon di layar televisi, Sasha menghela napas panjang. Perasaan lega mengalir di dalam dirinya, tetapi di balik itu ada rasa bersalah yang perlahan-lahan menyeruak. Ia telah sempat meragukan suaminya, meskipun Simon berulang kali menunjukkan dedikasi dan cintanya.Sasha duduk di sofa ruang tamu penthouse mereka, memandangi layar ponsel yang telah beberapa kali ia periksa. Waktu terus berjalan, tetapi Simon belum juga pulang. Biasanya, setelah menghadapi situasi sulit seperti ini, Simon akan segera kembali ke rumah untuk bersama dengannya.Rasa khawatir mulai menyelimuti Sasha. Ia akhirnya memutuskan untuk menelepon Joicy, asisten Simon yang selalu tahu keberadaan suaminya. Panggilan tersambung, dan suara Joicy terdengar di ujung sana.“Halo, Joicy. Maaf mengganggumu, tapi aku ingin tahu, di mana Simon sekarang?” tanya Sasha dengan nada hati-hati.Joicy terdiam sesaat sebelum menjawab. “Dia sedang menemui ses
Simon terhuyung, memegangi pipinya yang kini memerah akibat tinju keras Harris.“Kita bisa bicarakan ini baik-baik, Harris!” seru Robert, ayah Simon, sambil berusaha menarik Harris menjauh. Sasha berdiri terpaku, tubuhnya gemetar melihat ayahnya yang biasanya tenang berubah menjadi sosok yang begitu penuh amarah.“Kau tahu apa yang dia lakukan, Robert?” Harris menuding Simon dengan mata membelalak. “Anakmu ini mempermalukan keluarga kita! Bagaimana bisa dia menghamili wanita lain?!”Sasha ternganga, matanya melebar. “Apa?!” katanya dengan
Tanpa banyak kata lagi, Simon meraih Sasha ke dalam pelukannya. Pelukan itu erat namun penuh kehati-hatian, seolah ia memeluk sesuatu yang rapuh namun sangat berharga. Bibirnya mengecup dahi Sasha sebelum beralih ke pipi, lalu berhenti di bibirnya yang penuh. Kecupan mereka dimulai dengan lembut, perlahan semakin dalam dan penuh emosi.“Simon, sssshhhhh….”Ia menatap Sasha lama, seakan ingin menyimpan setiap detil momen ini dalam ingatannya. “Aku ingin kau tahu, aku akan selalu menjagamu, dengan cara apa pun,” katanya pelan, suaranya penuh ketulusan.Sasha mengangguk, matanya berkaca-kaca oleh emosi.Ketika Simon melanjutkan ciumannya, sentuhan mereka tetap lembut. Hasrat yang terasa meledak-ledak dalam dirinya tak membuatnya terburu-buru. Ia memastikan setiap gerakannya tidak hanya membawa kenikmatan, tapi juga rasa aman bagi Sasha. Ia mengeksplorasi perasaan mereka, bukan hanya hasrat fisik, tetapi juga cinta mendalam yang
Simon menatap Sasha dengan pandangan yang sulit diterjemahkan. Ada keraguan, kekhawatiran, dan sesuatu yang menyerupai rasa takut dalam tatapannya. "Sayang, ini bukan ide yang bagus," katanya akhirnya, suaranya nyaris berbisik.Sasha tetap berdiri teguh, meski hatinya berdebar-debar. "Kena
Sasha meraba-raba meja di ruang tengah, mencoba mencari kain lap yang biasa diletakkan di dekatnya. Akan tetapi tangannya hanya menyentuh permukaan meja yang basah, jejak dari segelas susu yang baru saja dia tumpahkan. Dengan sedikit panik, dia memanggil, “Dorothy! Dorothy, bisa ke sini sebentar?”D
“Maretha, aku tak tahan lagi. Aku benar-benar benci dengan cara Simon memperlakukan kita,” ujar Dorothy, suaranya berbisik, penuh kebencian. Mereka duduk di meja dapur, jauh dari jangkauan pandangan Sasha.Maretha dan Dorothy juga pelayan dalam Keluarga Vanderbilt. Mereka tidak terima mendengar ceri
“Nancy,” suara Sasha lembut tapi tegas, “Bisa tolong bantu bereskan meja?”Sore itu, udara taman terasa sejuk, dengan embus angin yang perlahan mulai menyejukkan kulit. Sasha duduk di bangku taman, baru saja selesai menikmati secangkir teh. Salah satu pelayan bernama Nancy, tengah sibuk menyiram tan






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.