“Nancy,” suara Sasha lembut tapi tegas, “Bisa tolong bantu bereskan meja?”Sore itu, udara taman terasa sejuk, dengan embus angin yang perlahan mulai menyejukkan kulit. Sasha duduk di bangku taman, baru saja selesai menikmati secangkir teh. Salah satu pelayan bernama Nancy, tengah sibuk menyiram tanaman di dekatnya. Sasha, dengan ketenangannya, mengulurkan tangan untuk meraih cangkir teh kosong, berniat membereskannya.Namun, Nancy tampaknya tidak mengindahkan permintaan itu. “Nanti saja, Nona, saya sedang sibuk dengan tanaman ini. Tinggalkan di sana, nanti saya yang bereskan.”Sasha menunduk, terdiam sejenak. Sebuah senyum tipis terbentuk di bibirnya, meski tidak ada kebahagiaan di baliknya. “Tapi ini harus segera dibereskan,” katanya pelan, berusaha tidak menuntut lebih.“Kalau begitu bereskan saja sendiri. Bukankah kau punya tangan?”Dengan hati-hati, Sasha mulai mengumpulkan cangkir dan teko teh, meski jelas bahwa ini adalah pekerjaan yang seharusnya tidak perlu dia lakukan.Simon,
Last Updated : 2025-04-12 Read more