Nayla tidak bisa tidur malam itu. Bayangan wajah Keane terus muncul di benaknya caranya menatap dengan sorot mata yang menyimpan rahasia, caranya bicara seolah menggenggam sesuatu yang tak bisa ia lepaskan. Dan kalimat terakhirnya… “Lebih dari yang kamu kira.” Apa maksudnya? Ia duduk di ranjang, menatap kosong ke luar jendela. Lampu-lampu kota menyala temaram, seperti hatinya yang kini bimbang, terselubung tanda tanya. Dulu, Nayla berpikir Keane hanya pergi karena pilihan hidup. Tapi sekarang, bayang-bayang masa lalu itu terasa seperti teka-teki yang perlahan membuka potongan-potongan baru. Ia teringat kenangan lama Keane kecil yang selalu melindunginya, Keane remaja yang menulis surat sebelum berangkat ke luar negeri. Dan… Keane yang tiba-tiba menghilang. Tak ada surat, tak ada kabar, hanya hening yang menyiksa. “Kenapa kamu kembali dengan luka?” bisiknya pelan. Di sisi lain kota, Keane memandangi foto lama yang sudah kusam. Sebuah foto keluarga ayahnya, ibunya, dan dirinya yan
Read more