Janji yang Tak Sempat Usai

Janji yang Tak Sempat Usai

last updateLast Updated : 2025-04-22
By:  NOBEL Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
12Chapters
20views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

“Dijodohkan dengan cucu pemilik perusahaan? Serius?” Nayla Arunisa pikir hidupnya akan terus berjalan datar sampai sebuah undangan makan malam datang dan mengguncang semuanya. Calon suaminya? Keane Alvaro. Pewaris perusahaan, pria tampan lulusan luar negeri… dan diam-diam, cinta pertamanya yang menghilang tanpa jejak. Tapi Nayla tidak tahu: Keane kembali bukan hanya untuk cinta. Dia membawa misi… balas dendam. Ketika masa lalu dan perasaan yang belum selesai kembali menghantui, Nayla harus memilih percaya pada hatinya, atau menjaga dirinya dari pria yang bisa menghancurkannya dua kali. Cinta pertama, perjodohan tak biasa, dan rahasia yang nyaris terlupakan siapkah Nayla menghadapi semuanya?

View More

Chapter 1

Bab 1: Undangan Makan Malam

“Nay, hari Sabtu nanti ikut Mama ya, kita ada undangan makan malam,” ucap Ibu sambil duduk di sebelahnya dan menyodorkan buah.

Nayla mengerutkan kening. “Makan malam di mana? Kok mendadak?”

“Di rumah sahabat lama Papa. Mereka baru pulang dari luar negeri dan ingin menjalin silaturahmi lagi,” jawab Ibu santai, seperti ini hal biasa.

“Oke…” Nayla mengangguk pelan, masih fokus pada layar TV. “Terus kenapa aku juga harus ikut?”

Ibu menatap Nayla dengan senyum yang terlalu manis senyum khas kalau beliau sedang menyembunyikan sesuatu. Senyum yang Nayla kenali sejak kecil, selalu muncul saat ada “kejutan” yang tak bisa ia tolak.

“Karena mereka ingin memperkenalkan cucunya,” jawabnya sambil menyuap sepotong melon.

Nayla menoleh cepat. “Perkenalkan cucunya? Buat apa?”

“Ya… siapa tahu berjodoh,” jawab Ibu santai, seolah yang dibicarakan bukan hal besar.

Deg. Nayla langsung duduk tegak, bantal pelukannya terjatuh ke lantai.

“Ma, jangan bilang ini semacam… perjodohan?” tanyanya pelan, nyaris tidak percaya dengan kata-katanya sendiri.

Ibunya hanya tersenyum, tidak menjawab. Tapi senyum itu sudah cukup jadi jawaban.

“Serius, Ma?” Nayla memutar tubuhnya, menatap ibunya lekat-lekat. “Ini tuh zaman modern. Siapa juga yang masih dijodohin segala…”

“Mereka keluarga baik, Nay. Kamu tahu sendiri Papa dulu punya sahabat dekat. Nah, cucunya sekarang kembali ke Indonesia dan mereka ingin mengenal kamu.”

“Aku bahkan nggak kenal orangnya…”

“Nanti juga kenal. Lagipula, tidak ada paksaan. Kita cuma makan malam kok. Anggap aja pertemuan keluarga biasa.”

Nayla memeluk bantal dan mengeluh. “Tapi kan canggung banget, Ma…”

“Canggung itu biasa. Daripada kamu nggak kenal-kenal siapa jodohmu nanti,” jawab Ibu sambil tertawa kecil.

“Lagian, aku juga nggak kepikiran nikah dalam waktu dekat,” gumam Nayla pelan.

Ibunya menepuk paha Nayla lembut. “Nggak harus langsung nikah juga, sayang. Tapi siapa tahu kamu suka. Kadang cinta datang dari hal-hal nggak terduga, lho.”

Nayla hanya mendengus kecil. “Aku lebih percaya cinta dari diskon bulanan online shop…”

“Terserah kamu deh. Yang penting kamu ikut. Mau nggak mau,” ujar Ibu sambil berdiri, membawa mangkuk buah yang hampir kosong kembali ke dapur.

Nayla menghela napas panjang. Dalam hati, ia bertanya-tanya kenapa hidupnya mendadak seperti cerita drama keluarga? Apa jangan-jangan Ibu sering nonton sinetron dan mulai terinspirasi?

Malam itu, setelah makan malam, Nayla duduk sendirian di kamar. Lampu kamar sengaja ia redupkan. Jendela terbuka, membiarkan angin malam masuk pelan. Dari kejauhan, suara kendaraan samar terdengar, bercampur suara jangkrik yang jarang ia perhatikan.

Ia menatap ponselnya. Tak ada notifikasi menarik, hanya grup kantor yang membicarakan project akhir bulan. Tapi pikirannya tidak di sana. Ia malah memikirkan makan malam hari Sabtu nanti.

Bayangan tentang “cucu sahabat Papa” membuatnya gelisah. Apalagi jika orang itu benar-benar akan menjadi pasangan yang dijodohkan dengannya.

“Aku bahkan nggak tahu namanya,” gumam Nayla sambil memeluk bantal.

Matanya menatap ke arah langit yang terlihat dari celah jendela. Malam itu langit terlihat jernih. Angin menyusup masuk, membawa hawa dingin yang anehnya membuat hatinya berdebar.

Ia tak tahu siapa yang akan ia temui. Tapi satu hal yang pasti, malam Sabtu nanti bukan sekadar makan malam biasa.

Entah kenapa, hatinya terasa tak tenang.

Entah karena cemas... atau karena perasaan asing yang samar:

Seolah ia akan bertemu dengan seseorang yang pernah mengisi lembar masa kecilnya. Seseorang… yang dulu hampir ia lupakan.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
12 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status