Senin pagi datang lebih cepat dari yang Nayla harapkan. Rasanya baru semalam ia pulang dari taman, tapi kini sudah harus kembali pada kenyataan: kantor, rutinitas, dan… Keane. Ia berdiri sejenak di depan pintu kaca gedung sambil menarik napas panjang. Matanya menatap ke dalam, mengamati aktivitas yang sudah mulai ramai. Lalu dengan langkah ragu, ia masuk. "Selamat pagi, Nay!" seru Santi, rekan satu timnya, dengan semangat sambil menggandeng dua cangkir kopi. "Pagi, San," jawab Nayla, menyambut dengan senyum kecil. Santi mengerling curiga. "Mukamu… kayak habis begadang. Tapi senyumnya beda. Jangan-jangan" "Enggak, enggak, jangan mulai," Nayla memotong cepat, meletakkan tas di meja kerjanya. Namun sebelum Santi sempat bertanya lagi, ponsel Nayla bergetar. Satu pesan baru muncul. Nanti makan siang bareng, ya? Di rooftop kantor. Jangan kabur. Pengirimnya: Keane. Nayla terpaku. Pesan itu singkat, tapi membuat jantungnya berdebar tidak karuan. Rooftop? Kenapa harus tempat
Last Updated : 2025-04-14 Read more