Alin mengernyitkan keningnya melihat perubahan wajah Bara.“Bang, ada apa bang?” tanya Alina kepada Bara.“Pak? Bapak masih disana?” panggil Ari diujung telepon.“Ah iya Ri, baiklah kamu urus dulu ya. Saya akan segera ke kantor,” ujar Bara menutup panggilan telepon dan menyimpan kembali ponsel ke dalam saku celananya.“Bang,” panggil Alin lembut yang sudah menggendong Alma bersiap turun kebawah untuk sarapan bersama.“Di depan kantor salah satu karyawan mengalami kecelakaan tabrak lari dan meninggal dunia,” ujar Bara pelan.“Innalillahiwainnailaihirojiun,” ucap Alin.“Seperti sengaja ditabrak, karena posisi korban sudah berada diluar badan jalan,” lanjut Bara.“Mungkin mabuk atau gimana?” tanya Alin.“Gak tahu, didepan kantor ada cctv. Nanti akan di cek, mudah-mudahan pelakunya ditemukan,” ujar Bara.“Aamiin, abang harus tenang, Bang. Jangan gegabah, biarkan polisi yang akan menyelidikinya,” ujar Alin.Bara hanya mengangguk.Selama sarapan pikiran Bara tidak tenang, memikirkan kacauny
Last Updated : 2025-08-27 Read more