Bagas telah merasakan puncak kenikmatan yang terasa begitu mencekiknya. Pria itu memeluk tubuh Nilna hingga wanita muda itu merasa sesak.“Mas, perih, basah, sakit,” rintih Nilna.“Mas, badan aku rasanya kayak nggak ada tenaga.” Nilna terus meracau dengan rasa tak nyaman yang menyelimutinya.Bagas merenggangkan pelukan, lalu berkata, “Ya, Dek. Maafkan Mas, ya. Sudah melakukan hubungan saat kamu tertidur.”Nilna hanya bisa menangis, merasakan rasa campur aduk yang membuatnya terusik.“Kamu selalu begitu, Mas. Percuma aku mau bilang apa juga.” Nilna meringkuk dengan perasaan putus asa.“Maaf, Sayang. Apa kamu mau maafkan Mas-mu?” Bagas segera duduk, mengamati sosok Nilna yang menangis sesenggukan.“Sayang, apa sekarang masih sakit? Mas bantu kamu ke kamar mandi untuk membersihkan diri, ya.” Bagas tampak kebingungan. Hasrat memanglah berbahaya, ia bertindak begitu jauh di luar kendali Bagas, serta membuang akal sehatnya hingga tak bersisa.Nilna masih terdiam di tempat, membuat Bagas men
Last Updated : 2026-01-01 Read more