Setelah kedatangan Arini, rumah tangga Aslam dan Azura tidak lagi baik-baik saja. Hari-hari mereka dipenuhi perdebatan yang tak kunjung usai. Hal-hal kecil berubah menjadi besar, dan yang besar semakin sulit untuk diselesaikan.Malam itu, setelah selesai berdakwah, Aslam pulang dalam keadaan lelah. Jalanan terlihat sepi, hanya lampu-lampu jalan yang menemani perjalanannya.Namun pikirannya tidak tenang.Semua perkataan Azura kembali terngiang di kepalanya.Dadanya terasa sesak.Tangannya menggenggam kemudi lebih erat.Tanpa sadar, pandangannya sedikit kabur.Dan—“Brakkk!”Suara benturan keras memecah malam.Mobil yang dikendarainya menabrak pohon besar di pinggir jalan. Tubuh mobil terbalik, kaca-kaca pecah berserakan, suara mesin masih meraung pelan.Darah mengalir dari pelipisnya.Napas Aslam tersengal.Matanya setengah terbuka, namun pandangannya sudah tidak fokus.Di detik-detik itu, bukan rasa sakit yang dia rasakan—melainkan penyesalan.Bayangan Azura muncul di benaknya.Wajah
Última actualización : 2026-04-25 Leer más