Bab 42"Ini yang aku suka darimu, body montok, wajah cantik, tubuh seksi dan yang terpenting bisa memanjakan ku di atas ranjang.""Oh iya." Gelora yang nakal menggigit daun telinga Andre. "Bagaimana kalau kamu yang memanjakan tubuhku malam ini," Gelora menggeser badannya dari atas badan Andre. "Oh tentu, akan ku buat kamu minta ampun." Tanpa aba-aba, Andre langsung menarik pergelangan tangan Gelora, menahannya sebelum benar-benar menjauh. Tatapan mereka bertabrakan—penuh hasrat, tapi juga sesuatu yang lebih berbahaya.Gelora tersenyum kecil, senyum yang selalu membuat Andre lupa segalanya."Rasanya masih sama," bisik manja Andre. "Kau yang mengerti aku, sayang. Ahhh uhhhh ....," erang kenikmatan Gelora. "Tekan lebih dalam lagi sayang, lebih masuk."Andre semakin bersemangat mendengar desahan Gelora, membuat Gelora benar-benar merasa lemas. Sampai pada akhirnya Gelora dengan nafas tersengal-sengal berkata, "Sudah Andre, aku keluar.""Tahan sedikit sayang."Andre belum begitu mau m
Last Updated : 2026-01-26 Read more