Bab 23. "Sudahlah Pa, gak usah pake syarat yang gak jelas deh. Delon itu pria baik, dia itu beda dengan pria lain. Gak suka macam-macam," kata Gelora meyakinkan papanya di dalam mobil jalan pulang. "- Dan Gelora yakin, kalau Delon masih perjaka.' Kata-kata perjaka itu diucapkan nya pelan, nyaris tidak terdengar. "Bisa diam gak!" Arman tiba-tiba membentak, tapi Gelora menanggapinya dengan santai. "Gelora sih cuman bilang aja," lanjutnya tanpa bersalah, yang membuat Arman benar-benar geram melihat putrinya. "Ka....," kata Arman gak sampai, sebab sang istri langsung menenangkan Arman. "Sudahlah Mas, lagian biarkan aja Gelora menikah , Mas. Sudah sewajarnya juga, kan?" "Bukan begitu, sayang."Gelora membuat gerakan mencibir lewat bibirnya, mendengar kata sayang yang keluar dari mulut Arman ke sang istri. "Pret," ledek Gelora. "Kamu!" herdik Arman. "Lihat tuh, anak itu memang tidak bisa dibaiki. Jadi percuma kamu untuk bela dia!" tangan Arman menunjuk Gelora, menatapnya dengan be
Last Updated : 2026-01-01 Read more