Setelah kegaduhan alarm kebakaran dan drama penangkapan Bagas mereda, kamar VVIP itu kembali sunyi. Petugas medis baru saja selesai mengganti perban Tirta yang sempat sedikit rembes karena ia terlalu banyak bergerak saat mencoba melawan Bagas tadi.Tirta bersandar di tumpukan bantal, wajahnya masih pucat, tapi matanya sudah kembali nakal. Ia menatap Meysi yang sedang sibuk mengupas apel dengan wajah serius—wajah yang menunjukkan bahwa wanita itu masih syok sekaligus emosi."Teh... apelnya jangan dipotong tajam-tajam gitu, aku berasa lagi liat kamu mau ngebunuh orang," celetuk Tirta sambil meringis.Meysi menghentikan gerakan pisaunya, lalu menatap Tirta tajam. "Kamu bisa diam nggak? Aku masih jantungan, Tirta! Kamu hampir disuntik mati sama asisten kamu sendiri, dan sekarang kamu masih bisa bercanda soal bentuk potongan apel?!"Tirta terkekeh, meski kemudian ia mengaduh karena luka di punggungnya terasa ketarik. "Aduh, aduh... sakit, Sayang. Jangan digalakkin dong, nanti jahitannya le
Huling Na-update : 2026-02-11 Magbasa pa