** “Aku.., aku lagi halangan.” Kata Iroh waktu itu.Cukup ngenes memang. Maka sejak malam pertama hingga malam terakhir kebersamaannya dengan Iroh, Gending belum menggauli Iroh selayaknya suami istri.Jika pun ada, hanya peci-peci, alias peluk cium, dan itu hanyalah cemilan ringan di mana makanan utamanya tidak pernah Gending rasakan.Pendek kata, ya, Gending masih perjaka!Duduk berhadapan dengan Miss Widya di kafe Co‘nCo yang mewah malam ini, Gending pun tersenyum pahit.Miss Widya yang cantik dan menarik, dengan matanya yang indah, dengan hidungnya yang bangir, dengan bibirnya yang tipis dan tampak basah, juga dengan dagunya yang kecil. Membuat Gending selalu teringat pada Iroh beserta semua ornamen keindahan yang dimilikinya.Yang ingin selalu ia sentuh, yang ingin selalu ia cumbu, yang ingin selalu ia.., gila!Gending mungkin bisa menjadi gila menahankan semua hasr
Read more