**Keesokan harinya, di rumah Acropolis..,Pukul sembilan pagi lewat tiga puluh. Widya turun ke lantai bawah. Ia meneruskan langkahnya di ruang tengah hingga ke belakang, tepatnya menuju ke ruang makan.Ia berhenti di situ, menatap dengan pandangan yang jemu. Menu sarapan pagi masih tertata di meja makan.Ada sebuah baki keramik berisi nasi goreng. Bersanding dengan sebuah piring berisi beberapa telur mata sapi. Ada juga semangkuk acar, emping, roti bakar dengan selai, dan juga susu.Menilik susunan piring di meja itu, Widya yakin ibunya sudah makan pagi. Hemm, Widya mendesah. Ia menyesal karena terlambat bangun, hingga tidak bisa membersamai ibunya bersantap pagi ini.Widya menoleh ke arah dapur. Meliwati sebuah sudut dinding ia melihat keberadaan Mbak Ratih, sang juru masak yang tengah ngobrol dengan Mbak Devi, salah seorang perawat atau nurse ibunya.Widya lalu mengambil sepotong roti bakar, menggigit satu kali, mengunyah pelan-pel
続きを読む