“Angel, belum puas juga kau?”“Aku hanya ingin kita bersama, Arya.” Pintanya dengan nada penuh iba. “Dasar wanita pengemis cinta!” Batinku. Pesanan menu makananku datang. Aku hanya mengangguk sebagai isyarat terimakasih, wajahku menunduk masih berpura-pura scroll handphone. Jangan sampai mereka berdua tahu keberadaanku.“Jangan seperti anak kecil, Angel. Kau tak perlu selalu membuntuti aku.” Bentak Arya. Angel menyahut kesal “Hey, jangan lupa. Kalau bukan karena aku, perusahaan keluargamu sudah mati, Arya.” “Kalau kau butuh kalimat itu untuk merasa menang, silakan.”Napas Arya tertahan. Lalu melanjutkan kalimatnya.“Tapi dengar baik-baik, jangan pernah berpikir aku hidup dalam permainanmu, Angel. Suatu saat kau akan menyesal.”“Kau bicara apa, Arya?”Suara langkah kakinya menjauh, disusul suara langkah kaki high heels wanita itu. Syukurlah aku bisa bernapas lega. Manusia-manusia berkuasa itu sudah pergi dari tempat dekat aku duduk. Aku berharap takkan pernah lagi bertemu mereka.Se
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-18 อ่านเพิ่มเติม